Banten

BRIN Bidik Boiler Berbahan Bakar 100 Persen Tandan Kosong Kelapa Sawit, Ini Teknologinya

Viona Sebastian Nolani | 22 September 2026, 13:35 WIB
BRIN Bidik Boiler Berbahan Bakar 100 Persen Tandan Kosong Kelapa Sawit, Ini Teknologinya
Tandan Kosong Sawit Tak Lagi Sekadar Limbah, BRIN Kembangkan Teknologi Boiler Biomassa - BRIN

AKURAT BANTEN - Tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) yang selama ini menjadi salah satu limbah industri kelapa sawit kini dikembangkan agar memiliki nilai guna lebih tinggi sebagai bahan bakar biomassa untuk boiler.

Upaya tersebut dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kerja sama dengan Sumitomo Heavy Industries, Ltd. (SHI) dari Jepang.

Riset BRIN dan SHI tidak hanya mengkaji pemanfaatan EFB sebagai bahan bakar, tetapi juga mencakup teknologi peningkatan kualitas bahan bakar atau fuel upgrading, pengujian karakteristik pembakaran, hingga pengembangan desain boiler.

Teknologi yang dikembangkan diarahkan agar boiler mampu menggunakan 100 persen EFB sebagai bahan bakar tanpa perlu mencampurkannya dengan bahan bakar fosil ataupun jenis biomassa lainnya.

Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Makin Panas, Binsar Gultom Soroti Beban Pembuktian: Penuduh Harus Bisa Buktikan

Kepala Pusat Riset Konversi Energi BRIN, Tata Sutardi, mengatakan penggunaan EFB secara langsung masih menghadapi berbagai kendala teknis dalam proses pembakaran.

Menurutnya, EFB mempunyai nilai kalor yang relatif rendah serta mengandung kadar air, alkali, dan klorin yang cukup tinggi sehingga dapat memengaruhi efisiensi pembakaran dan mempercepat potensi kerusakan pada boiler.

“Setiap teknologi upgrading dapat menghasilkan karakteristik bahan bakar yang berbeda. Karena itu, selain melihat perubahan sifat bahan bakarnya, kita perlu mengevaluasi karakteristik pembakarannya untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebutuhan boiler,” jelas Tata saat wawancara dengan humas BRIN (14/9).

Untuk meningkatkan kualitas EFB, BRIN menguji lima metode biomass fuel upgrading, yaitu fuel washing, hydrothermal treatment, torrefaction, decarbonization, dan biological treatment.

Baca Juga: Anak Krakatau Terus Tumbuh hingga 2026, Begini Perubahannya Setelah Runtuh pada 2018

Kelima metode tersebut digunakan untuk mencari karakteristik bahan bakar EFB yang lebih sesuai dengan kebutuhan sistem pembakaran boiler.

Hasil proses upgrading menunjukkan adanya peningkatan nilai kalor sekaligus penurunan kadar air, alkali, dan klorin pada bahan bakar EFB.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Taopik Hidayat, menjelaskan bahwa penelitian tersebut diarahkan pada pengembangan boiler dengan sistem full firing.

Sistem full firing memungkinkan proses pembakaran menggunakan 100 persen EFB tanpa tambahan bahan bakar fosil maupun biomassa jenis lain.

Setelah menjalani proses upgrading, setiap jenis bahan bakar EFB kemudian diuji pada skala laboratorium menggunakan simulator boiler tipe fluidized bed yang berada di KST B.J. Habibie, Serpong.

Pengujian dilakukan untuk membandingkan efektivitas masing-masing metode upgrading dalam menghasilkan bahan bakar biomassa yang memenuhi aspek teknis sekaligus ekonomis.

Proses pengujian juga didukung Fuel Analysis Module dari SHI yang terdiri dari Ashing Furnace dan Fluidizing Furnace.

Peralatan tersebut digunakan untuk mengetahui karakteristik pembakaran biomassa setelah EFB melewati proses fuel upgrading.

Instalasi dan commissioning Fuel Analysis Module berlangsung pada 11–28 Agustus 2026 di Laboratorium Energi, KST B.J. Habibie, Serpong, Banten.

Dari lima metode yang telah diuji, BRIN bersama SHI akan menentukan teknologi yang memiliki prospek untuk dikembangkan ke tahap berikutnya.

Teknologi yang terpilih selanjutnya akan memasuki tahap scale-up sebelum menjalani pengujian pada Circulating Fluidized Bed (CFB) Boiler Pilot Plant milik SHI di Niihama, Jepang.

“Dengan melakukan uji pembakaran skala laboratorium menggunakan fluidized bed dari BRIN dan Fuel Analysis Module dari Sumitomo Heavy Industries, kita dapat melihat sejauh mana berbagai metode fuel upgrading dapat meningkatkan karakteristik dan kinerja EFB sebagai bahan bakar,” ujar Taopik.

Kerja sama BRIN dan SHI juga mencakup pengembangan desain boiler yang disesuaikan dengan karakteristik EFB setelah melalui proses upgrading.

Dengan demikian, riset tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas bahan bakar, tetapi juga menghubungkan proses upgrading, pengujian pembakaran, dan desain sistem boiler dalam satu rangkaian pengembangan teknologi.

Pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan teknologi pemanfaatan biomassa yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sektor industri.

Bagi Indonesia, pengembangan ini membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah tandan kosong kelapa sawit yang selama ini menjadi residu dari industri kelapa sawit.

EFB berpotensi dikembangkan sebagai salah satu sumber bahan bakar alternatif bagi boiler sekaligus menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, termasuk batu bara.

Kolaborasi pengembangan teknologi biomassa ini merupakan bagian dari kerja sama riset BRIN dan SHI yang telah dilakukan secara bertahap sejak 2024.

Kedua pihak sebelumnya menandatangani Memorandum of Understanding on Research and Innovation Collaboration in Low Carbon Technology and Manufacturing pada 22 Oktober 2024.

Kerja sama tersebut kemudian diperluas melalui Agreement on the Development of Biomass Boilers Based on Empty Fruit Bunches (EFB) Fuel yang ditandatangani pada 26 Februari 2025.

Sementara itu, pengadaan Fuel Analysis Module diperkuat melalui Agreement on Supply of Fuel Analysis Module yang ditandatangani pada 18 Mei 2026.

Rangkaian penelitian tersebut ditujukan untuk memperkuat dasar teknologi pemanfaatan EFB sebagai bahan bakar boiler, mulai dari pemilihan metode upgrading hingga pengembangan sistem pembakaran.

Taopik menekankan bahwa pengembangan teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai guna residu industri kelapa sawit, tetapi juga mendukung diversifikasi sumber energi dan pengembangan teknologi energi rendah karbon menuju target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.