AI Mulai Ubah Dunia Kerja, Wamenkomdigi Nezar Patria Dorong Tenaga Kerja Indonesia Segera Bersiap

AKURAT BANTEN - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti pentingnya kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Menurut Nezar, perkembangan AI generatif tidak hanya membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait perubahan struktur dan pola pekerjaan.
“Dilema ini nyata, karena kemajuan pesat AI generatif telah mengubah cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat,” ujarnya dalam Pelatihan Dampak AI pada Pekerjaan dan Tenaga Kerja (AI Impact on Workforce) yang diikuti secara daring dari Jakarta, Jumat (28/08/2026).
Wamen Nezar mengatakan kebutuhan tenaga kerja untuk meningkatkan kesiapan menghadapi AI semakin mendesak seiring dengan meluasnya pengaruh teknologi tersebut di berbagai sektor.
Baca Juga: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus! Pemerintah Larang Operator Hapus Kuota Pelanggan
Ia mengacu pada laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang menyebut hampir satu dari empat pekerja di kawasan ASEAN memiliki pekerjaan yang terpapar AI generatif.
Menurutnya, pengaruh AI bukan hanya berkaitan dengan dunia kerja, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap pendapatan negara dan struktur fiskal.
“Bagi pemerintah Indonesia, temuan ini bukan sekadar topik akademis,” tegasnya.
Atas dasar itu, Wamen Nezar menilai pemerintah tidak boleh menunggu hingga dampak AI muncul sebelum menyiapkan langkah mitigasi.
Baca Juga: Kasus Starlink di Mentawai Disidangkan, Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Jalan Keluar Ini
Menurutnya, kebijakan harus dipersiapkan sejak awal dengan meningkatkan kemampuan pemerintah dalam memahami, mengelola, sekaligus memanfaatkan teknologi AI untuk kepentingan nasional.
“Kita harus bertindak dari sisi hulu,” tandasnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar perkembangan AI dapat dikelola sejak dini sebelum memberikan dampak yang semakin luas terhadap tenaga kerja maupun perekonomian Indonesia.
Dalam lingkungan pemerintahan, Wamenkomdigi juga menilai peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang bagi aparatur sipil negara (ASN) menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
ASN yang menangani penyusunan kebijakan ketenagakerjaan, perpajakan, ekonomi digital, hingga tata kelola digital perlu memahami mekanisme kerja AI, dampaknya, serta berbagai risiko yang mungkin ditimbulkan.
“Peningkatan dan pelatihan ulang keterampilan bukan lagi pilihan,” ungkapnya.
Wamen Nezar menambahkan, minimnya pemahaman mengenai AI dapat membuat kebijakan pemerintah tertinggal dibandingkan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Ia berharap peningkatan kompetensi aparatur pemerintah dapat diarahkan untuk membangun kesiapan dalam jangka panjang, antara lain melalui literasi AI, kemampuan menganalisis kebijakan, serta pengambilan keputusan berdasarkan data.
Dengan kompetensi tersebut, ASN diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi pemerintahan digital sekaligus berkontribusi dalam menciptakan tenaga kerja nasional yang tangguh dan inklusif di tengah perkembangan AI.
“Saya berharap pelatihan ini membekali kita untuk memperkuat kemampuan adaptasi kolektif kita, membangun tenaga kerja yang tangguh dan inklusif yang siap menghadapi era AI,” tandasnya.
Selain peningkatan kompetensi, Wamen Nezar menegaskan bahwa kesiapan menghadapi perkembangan AI juga harus didukung tata kelola yang kuat serta kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah perlu menyusun kebijakan berdasarkan pemahaman yang baik mengenai teknologi agar langkah yang diambil tidak berujung pada respons berlebihan maupun kebijakan yang kontraproduktif.
“Pemerintah harus berperan sebagai regulator yang berpengetahuan, bukan reaktif,” katanya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 2Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 3Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 4Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 5Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 6Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 7Reaksi Kylian Mbappe dan Lamine Yamal Saat Harry Kane Menang Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
- 8Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 9Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 10Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Artikel di Situs Resmi Sempat Picu Dugaan Kebocoran Hasil








