Banten

Bongkar Siasat di Balik Penangkapan Kasat Narkoba Tangsel dan 6 Anak Buahnya oleh Bareskrim, Ini Kronologinya!

Abdurahman | 28 Juli 2026, 00:59 WIB
Bongkar Siasat di Balik Penangkapan Kasat Narkoba Tangsel dan 6 Anak Buahnya oleh Bareskrim, Ini Kronologinya!
Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap Bareskrim, Ini Profil dan Jejak Karier AKP Pardiman (foto: Antara)

AKURAT BANTEN — Institusi Kepolisian Republik Indonesia kembali diguncang skandal hitam yang mencoreng seragam Korps Bhayangkara.

Bagaimana tidak, garda terdepan yang seharusnya menjadi benteng pertahanan terakhir dalam membasmi peredaran barang haram, justru kedapatan bermain mata dengan lingkaran gelap.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Reserse Narkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman, dikabarkan harus mendekam di balik jeruji besi setelah dicokok langsung oleh tim gabungan Bareskrim Polri.

Tak sendirian, operasi senyap ini turut menyeret enam orang anak buah di bawah komandonya.

Skandal ini seketika meledak di ruang publik, memancing tanda tanya besar sekaligus geram masyarakat terkait bagaimana lingkaran dalam penegak hukum justru terseret arus pusaran narkotika.

Baca Juga: Skakmat! Hakim Ketok Palu: Penangkapan Dan Penahanan Roy Suryo Resmi Dinyatakan Cacat Hukum!

Operasi Senyap Bareskrim Bongkar Jaringan

Kabar mengejutkan mengenai pencidokan perwira pertama ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso.

Penangkapan tersebut bukan hasil kerja sembarangan, melainkan buah dari operasi senyap yang digawangi oleh Tim Gabungan Subdit IV bersama Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, yang dipimpin langsung oleh perwira menengah berpengalaman Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury.

Bahwa benar Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap Kasat Narkoba Polres Tangsel beserta 6 orang anggotanya... ungkap Brigjen Eko Hadi Santoso kepada awak media, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Trump Mengamuk! Perusahaan AS 'Dirampok' Kawan Sendiri Rp 17 Triliun

Gurita Permainan Kotor: Meluas hingga Lintas Wilayah

Borok yang dikorek tim penyidik Bareskrim rupanya jauh lebih dalam dari sekadar lingkup Polres Tangerang Selatan.

Berdasarkan data dan pengembangan di lapangan, operasi penangkapan ini ternyata membentang luas.

Total oknum aparat yang terseret dalam lingkaran hitam ini mencapai belasan orang. Bahkan, catatan penyidik mengungkap adanya keterlibatan satu orang anggota yang bertugas di Polda Aceh, memperkuat indikasi bahwa penangkapan ini menyasar jaringan terstruktur yang melibatkan penyalahgunaan wewenang secara masif.

Sederet Dosa Besar: Dari Peredaran hingga Main Mata Hukum

Apa sebenarnya siasat kotor yang dimainkan di balik layar hingga membuat Bareskrim turun tangan langsung?

Penyelidikan sementara menunjukkan bahwa AKP Pardiman dan para anak buahnya tidak hanya sekadar diduga terlibat dalam lingkaran peredaran gelap narkoba.

Lebih ironis lagi, mereka juga dijerat atas dugaan penyalahgunaan narkotika serta penyalahgunaan wewenang dalam proses penegakan hukum (gakkum).

Alih-alih menegakkan keadilan, alur penanganan perkara yang seharusnya steril justru diduga diperjualbelikan demi kepentingan kelompok tertentu.

Mereka yang seharusnya menjadi pembersih, justru diduga ikut bermain di dalam kubangan kotor. Ini adalah tamparan keras bagi integritas penegakan hukum kita.

Baca Juga: Makin Memanas! Giliran Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Polemik Ijazah Jokowi

Tunggu Rilis Resmi Mabes Polri

Hingga berita ini diturunkan, teka-teki mengenai barang bukti spesifik serta peran rinci dari masing-masing oknum yang diamankan masih terus didalami oleh penyidik.

Brigjen Eko menegaskan bahwa pihak Bareskrim Polri akan segera membeberkan seluruh konstruksi perkara ini secara transparan kepada publik agar tidak ada informasi yang terpotong. (**)

"Rilis lengkap akan disampaikan lebih lanjut," pungkasnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan utama di berbagai linimasa digital. Publik menunggu ketegasan institusi Polri untuk mengusut tuntas siapa saja aktor intelektual di balik layar yang mencoreng marwah penegakan hukum di tanah air.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman