Temuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur, Buka Harapan Baru Energi Nasional

AKURAT BANTEN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya penemuan cadangan gas besar di Sumur Geliga-1 yang berada di Blok Ganal, wilayah lepas pantai Kalimantan Timur.
Cadangan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik gas serta 300 juta barel kondensat yang dinilai sangat signifikan bagi masa depan energi nasional.
Dalam keterangannya, Bahlil menekankan pentingnya momentum ini di tengah kondisi global yang membuat banyak negara semakin protektif terhadap cadangan energinya.
Baca Juga: Polisi Kejar Otak Penjualan Obat Terlarang Berkedok Toko Kosmetik di Duren Sawit
“Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (penemuan) ini anugerah yang diberikan dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru,” ujarnya.
Wilayah kerja Ganal sendiri dikelola oleh perusahaan energi ENI dengan kepemilikan mayoritas sebesar 82 persen, sementara sisanya dimiliki Sinopec.
Keterlibatan ENI dalam eksplorasi ini semakin mempertegas bahwa potensi minyak dan gas Indonesia masih sangat besar, khususnya di kawasan Cekungan Kutai yang terus menunjukkan peluang menjanjikan.
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik, Pakar Nilai Langkah Pemerintah Sudah Tepat di Tengah Tekanan Global
Bahlil menjelaskan bahwa tahap eksplorasi ini akan dilanjutkan dengan pengembangan lebih luas, termasuk menjajaki wilayah lain di luar Kalimantan Timur.
Ia juga memproyeksikan peningkatan produksi yang cukup signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Pada 2028, produksi puncak diperkirakan mencapai 2.000 MMSCFD, meningkat tajam dibandingkan kondisi saat ini yang berada di kisaran 600 hingga 700 MMSCFD.
Baca Juga: Kejari Tangsel Dalami Dugaan Pencemaran Lingkungan, Dua Perwakilan BSD Sinarmas Land Diperiksa
Angka tersebut bahkan ditargetkan terus naik hingga menyentuh 3.000 MMSCFD pada tahun 2030.
Sumur Geliga sendiri dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter dengan posisi di perairan sedalam kurang lebih 2.000 meter, menandakan kompleksitas teknologi yang digunakan dalam eksplorasi ini.
Penemuan ini menambah daftar keberhasilan eksplorasi ENI di kawasan yang sama setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 serta Sumur Konta-1 pada 2025.
Baca Juga: Gempa M 7,4 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Indonesia Aman dari Ancaman Tsunami
Keberhasilan tersebut memperkuat keyakinan bahwa sistem gas di Cekungan Kutai memiliki potensi besar dan stabil untuk dikembangkan lebih lanjut.
Penemuan Geliga juga datang setelah keputusan investasi akhir untuk beberapa proyek gas besar seperti Gendalo dan Gandang di South Hub serta Geng North dan Gehem di North Hub.
Dalam pengembangannya, proyek North Hub akan mengandalkan fasilitas terapung FPSO dengan kapasitas mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.
Baca Juga: Harga LPG Nonsubsidi Melonjak 19 Persen, Bahlil Tegaskan Ikuti Mekanisme Pasar Global
Selain itu, infrastruktur yang sudah ada seperti Kilang LNG Bontang juga akan dimanfaatkan untuk mendukung percepatan produksi.
Tidak hanya Geliga, pemerintah juga menyoroti temuan sebelumnya di Sumur Gula yang menghasilkan sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat.
Jika digabungkan, kedua sumur ini diperkirakan mampu menambah produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 barel kondensat per hari.
Baca Juga: Polisi Kejar Otak Penjualan Obat Terlarang Berkedok Toko Kosmetik di Duren Sawit
Temuan besar ini tidak hanya meningkatkan cadangan migas nasional, tetapi juga membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur gas yang terintegrasi.
Saat ini, ENI tengah mengkaji skema pengembangan yang selaras dengan proyek North Hub serta fasilitas yang telah tersedia agar proses monetisasi bisa berjalan lebih cepat.
Pemerintah pun mendorong agar hasil temuan ini segera masuk tahap produksi sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih cepat.
Baca Juga: Harga LPG Nonsubsidi Melonjak 19 Persen, Bahlil Tegaskan Ikuti Mekanisme Pasar Global
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan penerimaan negara, sekaligus memperkuat pasokan energi bagi industri dan masyarakat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








