Sampul Majalah Italia Picu Amarah Israel dan Perkeruh Hubungan Diplomatik

AKURAT BANTEN - Hubungan antara Israel dan Italia kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Ketegangan ini tidak hanya dipicu oleh situasi konflik di Timur Tengah, tetapi juga oleh terbitnya sampul majalah mingguan Italia, L’Espresso, edisi 10 April 2026.
Ilustrasi pada cover tersebut memperlihatkan seorang pemukim Israel ilegal berseragam militer sambil memegang senjata dan merekam seorang perempuan Palestina yang tampak tertekan.
Baca Juga: Napi Korupsi Jalan Santai di Kendari Bikin Geger, Dirjen Pas Langsung Turun Tangan
Judul yang diangkat pada sampul itu adalah L’abuso, yang dalam bahasa Italia berarti penyalahgunaan atau pelecehan.
Dalam gambar tersebut, sosok pria Israel terlihat menyeringai sambil mengenakan kippah serta peyot, yang identik dengan sebagian komunitas Yahudi Ortodoks.
Edisi ini mengangkat tema besar mengenai pengaruh sayap kanan Zionis dalam membentuk gagasan Israel Raya.
Baca Juga: Jaksa Kejati Banten Diduga Jual Aset Sitaan First Travel, Kasus Lama Kembali Disorot
Visual yang ditampilkan disebut sebagai simbol dari kebijakan ekspansionis yang kerap dikaitkan dengan kelompok kanan di Israel.
Sebagai salah satu majalah politik dan budaya tertua di Italia yang berdiri sejak 1955, L’Espresso dikenal konsisten mengambil posisi kritis terhadap kebijakan pemerintah Israel sejak Oktober 2023.
Dalam beberapa edisi sebelumnya, majalah tersebut juga menyoroti perang di Gaza, kekerasan pemukim ilegal, hingga kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dilaporkan Eks Relawan Jokowi, Isu Ijazah Diduga Bermuatan Politik
Sampul terbaru ini memicu reaksi keras dari Duta Besar Israel untuk Italia, Jonathan Peled.
Melalui pernyataannya di platform X, ia menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras penggunaan gambar tersebut.
“Kami dengan tegas mengutuk penggunaan manipulatif dari sampul terbaru L’Espresso. Gambar tersebut mendistorsi realitas kompleks yang harus dihadapi Israel, serta mempromosikan stereotip dan kebencian. Jurnalisme yang bertanggung jawab harus bersifat seimbang dan adil,” ujarnya.
Baca Juga: Napi Korupsi Jalan Santai di Kendari Bikin Geger, Dirjen Pas Langsung Turun Tangan
Namun, kritik tersebut langsung dibalas oleh sejumlah warganet yang menyebut bahwa foto tersebut bukan hasil manipulasi atau kecerdasan buatan.
Bahkan, video asli dari kejadian tersebut turut beredar sebagai bukti.
Di media sosial, perdebatan pun meluas, dengan sebagian pihak mengecam sementara yang lain justru menjadikannya bahan meme.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dilaporkan Eks Relawan Jokowi, Isu Ijazah Diduga Bermuatan Politik
Jurnalis foto Pietro Masturzo kemudian memberikan klarifikasi terkait keaslian gambar tersebut.
Ia menegaskan bahwa foto itu diambil langsung saat melakukan peliputan di Tepi Barat pada Oktober 2025.
Menurutnya, momen tersebut terjadi ketika warga Palestina hendak memanen zaitun, namun dihalangi oleh tentara Israel dan pemukim bersenjata.
Baca Juga: Napi Korupsi Jalan Santai di Kendari Bikin Geger, Dirjen Pas Langsung Turun Tangan
“Foto yang dimaksud bukan hasil kecerdasan buatan! Saya mengambil foto ini di desa Palestina Idhna pada 12 Oktober,” tulisnya dalam unggahan di Instagram.
Ia menjelaskan bahwa suasana yang seharusnya menjadi perayaan berubah menjadi tegang setelah kedatangan kelompok pemukim Israel.
“Seharusnya itu menjadi hari perayaan,” ungkapnya.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dilaporkan Eks Relawan Jokowi, Isu Ijazah Diduga Bermuatan Politik
Namun, situasi berubah drastis saat pemukim bersenjata bersama tentara datang dan menghentikan proses panen.
Masturzo juga menggambarkan perilaku pemukim yang menirukan suara gembala saat menghadapi warga Palestina.
“Ekspresi di wajah pemukim tersebut merupakan hasil dari gerakan yang ia ulangi,” jelasnya.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dilaporkan Eks Relawan Jokowi, Isu Ijazah Diduga Bermuatan Politik
Meski menuai kecaman, pihak L’Espresso tetap mempertahankan sampul tersebut tanpa perubahan.
Kontroversi ini muncul di tengah hubungan diplomatik Israel dan Italia yang memang sedang renggang.
Beberapa waktu sebelumnya, Italia sempat memanggil Duta Besar Israel terkait pembatasan akses ke Gereja Makam Kudus di Yerusalem.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dilaporkan Eks Relawan Jokowi, Isu Ijazah Diduga Bermuatan Politik
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memutuskan tidak memperpanjang otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel.
Keputusan tersebut dipengaruhi oleh situasi konflik di Timur Tengah serta insiden penembakan peringatan oleh tentara Israel terhadap konvoi pasukan perdamaian UNIFIL asal Italia.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat perubahan sikap Italia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu Israel di Eropa.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 320.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 7Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 8Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth








