Banten

Pertamina Kerahkan Energi Penuh untuk Pacu Aksi Kemanusiaan di Sumatera

Moehamad Dheny Permana | 30 November 2025, 23:43 WIB
Pertamina Kerahkan Energi Penuh untuk Pacu Aksi Kemanusiaan di Sumatera

Akurat Banten - Upaya penanganan bencana di Sumatera memasuki fase krusial ketika akses darat terputus di sejumlah titik dan kebutuhan energi menjadi salah satu penopang utama kelancaran misi kemanusiaan.

Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh kebutuhan bahan bakar untuk operasi penyelamatan, distribusi bantuan, hingga dukungan bagi pesawat dan alat berat berada dalam kondisi aman.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan pihaknya sejak awal memahami bahwa energi adalah unsur vital yang tidak boleh terganggu saat masyarakat menghadapi situasi darurat.

“Dukungan energi harus bergerak lebih cepat dari bencananya, karena setiap detik sangat berarti bagi keselamatan warga,” ujarnya.

Baca Juga: Pasokan BBM Aceh Mulai Bangkit di Tengah Rintangan Banjir dan Longsor

Sebagai respons awal, perusahaan energi pelat merah itu mengirimkan 6.000 liter avtur untuk kebutuhan penerbangan yang dioperasikan BNPB dalam rangka mengangkut logistik, melakukan pemantauan udara, dan mempercepat akses bantuan ke daerah-daerah yang terisolasi.

Avtur tersebut diterbangkan dari Bandara Polonia Medan menggunakan pesawat Hercules TNI AU yang diarahkan menuju wilayah Sibolga dan titik lain yang dinilai paling membutuhkan jalur udara.

Roberth menyebutkan pengiriman lewat udara menjadi opsi paling efektif mengingat banyak jalur darat tidak bisa dilalui akibat longsor, banjir, dan lumpur tebal yang menutup badan jalan.

“Penguatan dari sisi udara memungkinkan tim darurat menjangkau lokasi-lokasi yang sebelumnya sulit diakses,” tuturnya.

Di luar pasokan untuk armada penerbangan, Pertamina Patra Niaga juga mendistribusikan energi tambahan berupa Dexlite dan Pertamax untuk mendukung kinerja BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta satuan tugas yang berjaga di daerah rawan.

Total 5.100 liter Dexlite disalurkan untuk menggerakkan alat berat dan transportasi logistik darurat, sementara 5.000 liter lainnya diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara guna menunjang percepatan penanganan di wilayah tersebut.

Lanud Soewondo Medan juga menerima 1.000 liter Pertamax untuk memastikan kendaraan operasional tetap dapat digunakan tanpa hambatan selama masa darurat.

Roberth menegaskan bahwa seluruh bantuan energi ini adalah langkah strategis agar penanganan prioritas tidak mengalami gangguan di tengah intensitas curah hujan tinggi yang masih terjadi.

“Energi adalah fondasi dari seluruh aktivitas darurat, dari alat berat hingga mobil layanan kemanusiaan, semuanya bergerak karena ada bahan bakar,” ujarnya.

Baca Juga: Aksi Cepat Polisi Bongkar Tawuran di Roxy, Delapan Pemuda Diciduk

Selain dukungan khusus bencana, Pertamina Patra Niaga turut memastikan suplai BBM dan LPG untuk masyarakat tetap berjalan normal di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan daerah penyangga lainnya.

Pemantauan stok dilakukan setiap hari dengan pola pendistribusian Regular Alternative Emergency (RAE) dari sejumlah terminal seperti IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai agar SPBU tidak mengalami kekosongan.

Kendala sempat muncul pada rute laut menuju SPM Belawan akibat gelombang tinggi, namun perusahaan memastikan kapal sudah berhasil bersandar dan aktivitas bongkar muat kembali stabil sehingga pasokan berangsur normal.

Untuk LPG, Pertamina memperkuat suplai dengan menyiagakan tambahan 30 skid tank dari IT Dumai untuk menjangkau wilayah Tapanuli Raya dan Sibolga.

Perusahaan menegaskan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat di tengah pemulihan, sekaligus menyampaikan empati atas musibah yang menimpa warga.

Sejak 13 November 2025, Pertamina Patra Niaga telah mengaktifkan Satgas Nataru guna menjaga suplai energi nasional tetap terjamin di tengah meningkatnya kebutuhan akhir tahun.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.