Shell Amankan Pasokan Baru 100 Ribu Barel untuk Jaringan SPBU Swasta

Akurat Banten - PT Shell Indonesia akhirnya mendapatkan tambahan suplai bahan bakar setelah mencapai kesepakatan resmi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk membeli 100 ribu barel BBM.
Langkah ini menjadi jawaban atas kekosongan stok yang sebelumnya melanda sejumlah SPBU swasta sejak pertengahan tahun.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengonfirmasi bahwa proses pembelian sudah tuntas dan tinggal menunggu kedatangan kargo.
"Untuk Shell sudah selesai semuanya, dan tanggal 24 atau 25 ini barangnya tiba di titik serah yang telah disepakati," kata Yuliot.
Ia menegaskan bahwa begitu kargo tiba, Shell akan segera melakukan pengambilan dan mendistribusikannya ke SPBU mereka di berbagai wilayah.
Tambahan suplai tersebut diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan hingga akhir 2025, sembari Shell menunggu persetujuan kuota impor berikutnya dari pemerintah.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sebelumnya meminta Pertamina membantu badan usaha swasta yang kehabisan kuota impor BBM.
Sebelumnya, negosiasi antara Shell dan Pertamina memang telah disebut hampir rampung oleh pejabat Kementerian ESDM.
Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menuturkan bahwa Shell sudah menyampaikan volume yang mereka butuhkan namun belum dapat membeberkan angka detail saat itu.
"Vivo sudah lebih dulu mendapatkan pasokan, dan untuk Shell negosiasinya sudah masuk tahap final," ujar Laode.
Baca Juga: Jutaan Warga Desa Masih Hidup Dalam Gelap, Menkop Ungkap Fakta yang Menggetarkan Publik
Krisis stok BBM di SPBU Shell, BP, dan Vivo berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 akibat kuota impor yang telah habis pada sejumlah perusahaan pengelola SPBU swasta.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, beberapa perusahaan seperti AKR, BP, dan Vivo sudah lebih dulu mengamankan kerja sama pasokan dengan Pertamina.
Pertamina sebelumnya menyalurkan 100 ribu barel BBM kepada BP-AKR pada tahap pertama.
Penyaluran dengan volume yang sama juga telah diberikan kepada Vivo guna mengisi ulang kebutuhan stoknya.
Di sisi lain, ExxonMobil belum mengajukan permintaan tambahan karena persediaan mereka masih mencukupi.
Kesepakatan Shell–Pertamina ini menambah daftar perusahaan swasta yang mendapatkan suplai darurat dari badan usaha milik negara tersebut.
Pemerintah berharap pendistribusian BBM di jaringan SPBU swasta kembali normal dalam waktu dekat agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
Dengan masuknya pasokan baru ini, Shell diperkirakan dapat kembali beroperasi secara optimal setelah beberapa bulan menghadapi tekanan pasokan.
Para pengemudi pun diharapkan tidak lagi mengalami antrean panjang atau kekosongan produk di sejumlah titik layanan Shell.
Baca Juga: Jaringan Telekomunikasi Terganggu Imbas Banjir dan Longsor di Sumut, Kemkomdigi Sebut 495 Site Mati
Kesepakatan ini menandai langkah penting bagi stabilitas energi nasional di tengah dinamika kuota impor yang terbatas.
Pemerintah menekankan bahwa koordinasi akan terus diperketat untuk menjaga pasokan tetap terjaga baik di SPBU swasta maupun SPBU Pertamina.
Untuk sementara, tambahan 100 ribu barel BBM ini menjadi solusi cepat yang diharapkan mampu menormalkan operasional Shell hingga keputusan kuota impor berikutnya ditetapkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 6Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal









