Banten

SHELL KABUR dari Indonesia 2026? Bongkar Fakta Sebenarnya: Bukan Tutup, Tapi...

Saeful Anwar | 27 September 2025, 20:54 WIB
SHELL KABUR dari Indonesia 2026? Bongkar Fakta Sebenarnya: Bukan Tutup, Tapi...

AKURAT BANTEN-Isu tentang Shell meninggalkan Indonesia santer beredar. Namun, manajemen Shell dengan tegas membantah penutupan total SPBU.

Yang terjadi bukanlah penutupan, melainkan peralihan kepemilikan strategis. Berikut adalah klarifikasi lengkapnya.

Dilansir dari laman Suara.com Sabtu, 27/9/2025 kabar mengejutkan mengenai penutupan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia mulai tahun 2026 telah menjadi perbincangan hangat.

Isu ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen setia Shell.

Namun, PT Shell Indonesia bergerak cepat memberikan klarifikasi. Perusahaan menegaskan bahwa SPBU Shell tidak akan tutup dan akan tetap beroperasi melayani masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Terkuak! Sensen Angguk Soal Gaji 'Dua Digit', Tapi Curhat Eks Karyawan Rafi Ahmad, Ungkap Sisi Kelam RANS: ‘Sepadet dan Secapek Itu’!

Fakta Sebenarnya: Bukan Tutup, Tapi Ganti Pemilik
Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, menjelaskan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia kepada pihak ketiga.

Pihak pembeli adalah perusahaan patungan baru (new joint venture) antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

"Tidak terdapat dampak pada operasional bisnis SPBU Shell di Indonesia. Semua SPBU akan tetap beroperasi, hanya saja kepemilikan lisensinya yang beralih," ujar Susi, Sabtu (27/9/2025).

Menurut Susi, proses ini merupakan bagian dari strategi global Shell untuk transformasi portofolio dan sejalan dengan komitmen Capital Markets Day Shell.

Intinya, Shell melakukan divestasi pada bisnis ritel BBM-nya, namun tetap mempertahankan eksistensi merek dan produk.

Baca Juga: BSD City Antar Sinar Mas Land Sabet Penghargaan Asian Experience Awards 2025

5 Poin Kunci yang Menjelaskan Masa Depan Shell di Indonesia

Untuk merangkum, berikut adalah lima fakta terpenting yang harus diketahui konsumen dan publik terkait transaksi strategis ini:

1. Merek Ikonik Shell Tetap Eksis
Ini adalah poin terpenting: Merek Shell tidak akan hilang dari Indonesia!

Meskipun kepemilikan bisnis SPBU beralih, logo kerang merah-kuning ikonik akan tetap ada. Hal ini dimungkinkan melalui perjanjian lisensi merek. Artinya, setelah pengalihan selesai, SPBU akan tetap menyandang nama Shell, produk BBM akan tetap dipasok melalui Shell, dan pelanggan akan terus mendapatkan akses ke produk BBM yang sama.

2. Pembeli Adalah Mitra Terpercaya
Jaringan SPBU Shell tidak jatuh ke tangan sembarang pihak. Pembelinya adalah konsorsium kuat:

Citadel Pacific Limited: Perusahaan mapan yang telah menjadi pemegang lisensi merek Shell di beberapa wilayah Asia-Pasifik, termasuk Guam dan Hong Kong.

Sefas Group: Bukan nama baru, Sefas adalah distributor pelumas terbesar Shell di Indonesia—menunjukkan hubungan kemitraan yang sangat kuat.

Keterlibatan mitra terpercaya ini menjamin kelanjutan standar operasional Shell di Indonesia.

Baca Juga: Jatuh Tiga Kali ke Jurang Kegelapan: Pengakuan Mengejutkan Olla Ramlan tentang Percobaan Bunuh Diri

3. Hanya Bisnis Ritel BBM yang Dialihkan
Perlu digarisbawahi, pengalihan ini HANYA mencakup bisnis SPBU (ritel BBM), yang mencakup sekitar 200 lokasi SPBU dan terminal BBM di Gresik.

Bisnis Pelumas Shell Tetap Berjalan! Lini bisnis pelumas Shell yang sudah sangat mengakar di Indonesia, termasuk Pabrik Pelumas berkapasitas 300 juta liter per tahun dan pembangunan Pabrik Manufaktur Gemuk di Marunda, TIDAK TERMASUK dalam kesepakatan ini. Indonesia tetap menjadi pasar pertumbuhan utama bagi bisnis pelumas Shell.

4. Operasional Normal Hingga Tuntas
Saat ini, Shell memiliki sekitar 200 SPBU. Susi Hutapea memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa hingga proses pengalihan ini selesai. Tidak ada perubahan mendadak yang akan dirasakan pelanggan dalam waktu dekat.

5. Transisi Ditargetkan Rampung Tahun 2026
Pengalihan kepemilikan bisnis sebesar ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Proses ini, yang telah disetujui sejak 23 Mei 2025, ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada tahun 2026.

Baca Juga: Ternyata Bukan Cuma Hoki: Ini Asal Muasal Garis Tangan dan Apa Artinya Bagimu.

Durasi ini diperlukan untuk mematuhi berbagai prosedur, terutama menunggu persetujuan dari regulator atau pemerintah Indonesia. Shell memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjamin proses transisi yang mulus dan tanpa hambatan.

Konsumen Shell tak perlu panik. SPBU Shell akan terus ada di Indonesia, namun dengan kendali operasional dan kepemilikan yang beralih ke konsorsium mitra terpercaya. Ini adalah transformasi bisnis strategis, bukan aksi 'kabur' dari pasar Indonesia (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman