Pertamax Naik Lagi, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Non Subsidi Pertamina per 1 Juli 2025

AKURAT BANTEN — Awal bulan Juli dibuka dengan kabar yang bikin banyak pengendara harus kembali berhitung. PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mereka, termasuk Pertamax, yang mengalami kenaikan mulai Senin malam, 1 Juli 2025. Penyesuaian ini dilakukan serentak di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di DKI Jakarta.
Baca Juga: Robot Canggih hingga Konser Gratis, HUT ke-79 Bhayangkara di Monas Jadi Magnet Warga
Berdasarkan keterangan resmi di laman Pertamina, harga Pertamax atau RON 92 kini dibanderol Rp12.500 per liter, naik dari harga sebelumnya di bulan Juni sebesar Rp12.100 per liter.
Kenaikan ini berlaku di beberapa daerah, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Timur, dan disebut sebagai bagian dari implementasi aturan pemerintah terkait penyesuaian harga energi nasional.
Baca Juga: Gagah Naik Maung, Prabowo Jadi Inspektur Upacara HUT ke-79 Bhayangkara di Monas
Penyesuaian harga ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan revisi dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Aturan tersebut mengatur formula dasar penetapan harga BBM jenis umum, baik bensin maupun solar, yang dijual di SPBU. Dengan kata lain, harga jual eceran kini ditentukan oleh formula yang mengikuti harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi dan pajak.
Tak hanya Pertamax, jenis BBM lain juga ikut naik. Pertamax Turbo yang memiliki RON lebih tinggi, kini dihargai Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp13.050.
Bahan bakar ini biasa digunakan oleh mobil-mobil berkinerja tinggi atau mesin yang membutuhkan kompresi tinggi, dan tentu saja, kini harus ditebus dengan harga yang lebih mahal.
Sementara itu, Pertamax Green 95, yang merupakan campuran bensin dengan etanol sebagai energi baru terbarukan, juga mengalami kenaikan.
Dari semula Rp12.800 per liter, kini harga resminya menjadi Rp13.250 per liter. Meski tergolong ramah lingkungan, harga bahan bakar ini pun tak luput dari penyesuaian akibat kondisi pasar global.
Jenis BBM diesel pun tak ketinggalan naik. Dexlite, varian solar dengan kandungan sulfur rendah, naik dari Rp12.740 menjadi Rp13.320 per liter.
Sedangkan Pertamina Dex, yang kualitasnya lebih tinggi dan biasa digunakan kendaraan mesin diesel modern, kini dijual Rp13.650 per liter dari sebelumnya Rp13.200.
Baca Juga: Terekam CCTV! Wanita Modis Curi Kue di Toko Roti Kalideres, Aksinya Bikin Geleng-Geleng
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini tentu memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak pengguna kendaraan pribadi yang mulai mencari alternatif transportasi agar pengeluaran tak makin membengkak.
“Sekarang tiap isi tangki harus keluar uang lebih banyak, jadi mulai mikir buat naik kendaraan umum,” ujar Tia, warga Jakarta Selatan yang rutin menggunakan Pertamax.
Baca Juga: Teriakan Korban Bongkar Aksi Pelaku, Pencuri Ponsel di Pasar Pagi Bintara Diringkus Warga
Kondisi ini memperlihatkan betapa dinamisnya harga energi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Masyarakat pun kini harus lebih cermat mengatur penggunaan kendaraan, sementara pemerintah dan Pertamina diharapkan tetap transparan dalam menyampaikan alasan di balik setiap penyesuaian harga BBM kepada publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










