Diplomasi Makin Memanas! Trump Ejek Kapal Induk Tercanggih Inggris, 'Cuma Mainan' Gegara Khianati Kerjasama AS

AKURAT BANTEN – Hubungan "spesial" antara Amerika Serikat dan Inggris kini berada di titik nadir.
Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan melontarkan hinaan pedas yang menusuk jantung pertahanan London.
Tak tanggung-tanggung, Trump mengejek kapal induk kebanggaan Inggris, HMS Queen Elizabeth, tak lebih dari sebuah "mainan" yang tidak berguna dalam pertempuran nyata.
Serangan verbal ini bukan tanpa alasan. Trump dikabarkan meradang karena merasa Inggris telah "mengkhianati" aliansi dengan tidak memberikan dukungan penuh saat AS mencoba menekan Iran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Diplomasi Maut Berhasil! Iran Beri 'Jalur Khusus' untuk Kapal Tanker Indonesia di Tengah Konflik
Kemarahan Trump: "Di Mana Sekutu Kami?"
Ketegangan ini bermula saat Washington melancarkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran.
Trump mengharapkan Inggris, sebagai sekutu terdekat, berdiri di garis depan bersamanya.
Namun, London justru memilih jalan diplomasi yang lebih lunak demi menjaga kesepakatan nuklir Iran (JCPOA).
Bagi Trump, sikap setengah hati Inggris adalah bentuk pembangkangan.
Kekesalannya memuncak saat ia membandingkan armada Inggris dengan kekuatan tempur Amerika.
"Dia (Trump) melihat kapal itu dan mencibir. Baginya, itu hanya mainan jika dibandingkan dengan monster laut kelas Gerald R. Ford milik AS," ungkap seorang sumber internal.
Baca Juga: Fix Jadwal TKA 2026 Diumumkan: Siap atau Tertinggal
Perbandingan Pahit: Fakta di Balik Ejekan "Mainan"
Meskipun terdengar seperti hinaan emosional, ejekan Trump menyentuh poin teknis yang sensitif bagi militer Inggris:
Sistem Peluncuran: HMS Queen Elizabeth menggunakan ski-jump (papan luncur), sementara kapal induk AS menggunakan katapult elektromagnetik (EMALS) yang jauh lebih kuat untuk meluncurkan pesawat berat.
Daya Jangkau: Kapal Inggris masih bergantung pada bahan bakar konvensional, sangat kontras dengan kapal induk AS yang bertenaga nuklir dan bisa beroperasi bertahun-tahun tanpa mengisi bahan bakar.
Trump menilai, tanpa teknologi nuklir dan katapult canggih, kapal seharga puluhan triliun rupiah tersebut tidak akan mampu mengimbangi kekuatan Iran jika perang pecah di perairan jauh.
Baca Juga: AS dan Iran Siap Rundingkan Kesepakatan Damai Minggu Ini, Tanda Akhir Perang Sudah Dekat?
Retaknya Aliansi Transatlantik
Ejekan ini bukan sekadar urusan teknis militer, melainkan simbol retaknya kepercayaan antara dua negara adidaya.
Inggris merasa kedaulatannya diremehkan, sementara Trump merasa "dikhianati" di saat-saat krusial.
Sentimen "America First" yang diusung Trump kembali membuktikan bahwa tidak ada aliansi yang benar-benar abadi jika kepentingan politik sudah berseberangan.
Dunia kini menanti, apakah London akan membalas hinaan ini atau tetap memilih diam demi menjaga hubungan diplomatik.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









