Ogah Bantu Serang Iran, Trump Semprot China: Kalian Mau Minyaknya, Tapi AS yang Perang!

AKURAT BANTEN – Hubungan antara dua raksasa dunia, Amerika Serikat dan China, kembali memasuki fase "perang urat syaraf" yang panas.
Presiden Donald Trump secara terbuka meluapkan kekesalannya kepada Beijing, menuding China hanya ingin mengambil keuntungan ekonomi tanpa mau memikul risiko keamanan di Timur Tengah.
Kemarahan Trump ini dipicu oleh sikap diam China saat ketegangan militer antara AS dan Iran meningkat.
Trump menilai China bersikap tidak adil karena menikmati arus minyak murah dari kawasan tersebut, sementara militer Amerika yang harus "berdarah-darah" menjaga jalur distribusinya.
"Penumpang Gratisan" di Jalur Minyak Dunia
Dalam sebuah pernyataan tajam di Gedung Putih, Trump tidak segan-segan menyebut China sebagai free rider atau penumpang gratis dalam peta keamanan global.
"Mereka (China) adalah pembeli minyak nomor satu dari sana. Mereka butuh minyaknya untuk menjalankan pabrik-pabrik mereka, tapi mereka tidak mau membantu sedikit pun saat kita berhadapan dengan Iran," ujar Trump dengan nada tinggi.
Ia menambahkan kalimat yang kini viral: "Kenapa harus nyawa prajurit kita yang dipertaruhkan untuk mengamankan minyak kalian?
Jika kalian mau minyak itu aman, datanglah dan bantu kami, atau bayar harganya!"
Titik Didih di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia. Hampir 20% pasokan minyak global melewati jalur sempit ini.
Selama puluhan tahun, Angkatan Laut AS menjadi "polisi" utama yang memastikan jalur ini tetap terbuka dari ancaman Iran.
Namun, Trump kini mulai mempertanyakan komitmen tersebut.
Ia merasa AS telah menghabiskan triliunan dolar untuk melindungi kepentingan negara lain, termasuk China, tanpa mendapatkan kompensasi politik maupun militer yang sebanding.
Mengapa China Memilih "Cuci Tangan"?
Para pengamat internasional menilai posisi China sangat pragmatis namun berisiko:
Ketergantungan Energi: China memang butuh minyak Iran dan negara-negara Arab lainnya, namun mereka tidak ingin terlibat konflik bersenjata yang bisa merusak ekonomi domestik.
Diplomasi "Cari Aman": Beijing lebih memilih jalur negosiasi daripada pengerahan militer, sebuah sikap yang oleh Trump dianggap sebagai "pelarian dari tanggung jawab".
Sentimen Anti-AS: China tidak ingin terlihat mengekor kebijakan luar negeri Washington yang agresif di Timur Tengah.
Dampak Fatal Bagi Ekonomi Global
Jika Trump benar-benar mewujudkan ancamannya untuk mengurangi kehadiran militer AS di jalur minyak, dampaknya akan langsung terasa ke seluruh dunia, termasuk Indonesia:
Harga BBM Melambung: Gangguan kecil saja di Selat Hormuz bisa membuat harga minyak mentah dunia melonjak dalam hitungan jam.
Krisis Energi: Negara-negara pengimpor minyak akan berebut pasokan yang kian menipis dan mahal.
Inflasi Global: Biaya transportasi dan produksi barang akan naik drastis, mengancam daya beli masyarakat.
Baca Juga: Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz
Akankah AS Benar-Benar Pergi?
Gertakan Trump ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan luar negeri AS kini benar-benar bersifat transaksional. "No more free lunch," tegasnya.
Kini bola panas ada di tangan Beijing. Apakah mereka akan mulai mengirimkan kapal perang ke Timur Tengah untuk mengamankan kepentingan mereka sendiri, atau tetap diam dan mengambil risiko kehilangan perlindungan dari paman Sam?
Satu yang pasti, dunia kini menahan napas menunggu langkah selanjutnya dari kedua raksasa ini.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 7Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 8Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 9Lewandowski Sindir Arsenal soal Gelar Juara, Fans The Gunners Langsung Dapat Balasan Telak!
- 10Liverpool Berubah Total di Tangan Iraola, Van Dijk Ungkap Satu Hal yang Wajib Dilakukan Rekan Setimnya!









