Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (14/3) mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa sejumlah negara akan bergabung dengan AS untuk memastikan Selat Hormuz tetap aman dan terbuka.
Ketegangan semakin memuncak setelah Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan agar penutupan Selat Hormuz tetap dilanjutkan pada Kamis (12/3).
Khamenei menegaskan komitmennya untuk membuka front baru dalam konflik Iran dengan AS dan Israel, menambah kekhawatiran akan eskalasi militer di kawasan Teluk.
Baca Juga: Kondisi Mojtaba Khamenei Disebut Terluka Parah oleh AS, Iran: Pemimpin Kami Baik-Baik Saja
Iran pun menanggapi klaim AS melalui perwakilannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani.
Menurut Iravani, "Situasi saat ini, termasuk di Selat Hormuz, adalah konsekuensi langsung dari tindakan destabilisasi AS yang melancarkan agresi terhadap Iran dan merusak keamanan kawasan."
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di jalur pelayaran strategis yang mengangkut sekitar 20% kebutuhan minyak dunia tersebut.
Trump menulis, "Banyak negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirim kapal perang bersama AS untuk menjaga jalur ini tetap terbuka dan aman."
Ia menambahkan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer penuh untuk menanggapi setiap ancaman dari perairan tersebut.
"Kami akan mengebom habis garis pantai dan menembaki perahu serta kapal Iran jika diperlukan. Tujuannya jelas: Selat Hormuz harus tetap TERBUKA, AMAN, dan BEBAS!" tulis Trump.
Baca Juga: Investor Besar Merapat! PINTU Resmi Luncurkan Program VIP dengan Benefit Eksklusif
Selain unggahan di media sosial, Trump juga menyampaikan kepada wartawan pada Jumat (13/3) bahwa Angkatan Laut AS akan segera mulai mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi selat tersebut.
"Itu akan segera dilakukan," tegasnya.
Selat Hormuz tetap menjadi titik panas geopolitik dunia, mengingat perannya yang vital sebagai jalur utama ekspor minyak dan gas global.
Setiap gangguan di selat ini dapat berdampak langsung pada harga energi internasional dan stabilitas regional. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Messi Pensiun, Argentina Tak Berani Berikan Nomor 10 kepada Siapa Pun! Ini Alasan Scaloni
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






