Banten

Kematian Diplomat Muda Masih Misterius, Ponsel Korban Belum Ditemukan

Moehamad Dheny Permana | 26 Juli 2025, 22:46 WIB
Kematian Diplomat Muda Masih Misterius, Ponsel Korban Belum Ditemukan

Akurat Banten - Kematian seorang diplomat muda berinisial ADP (39) terus memantik perhatian publik.

Ditemukan tak bernyawa di kamar indekos kawasan Menteng dengan kondisi mengenaskan, kasus ini menjelma menjadi teka-teki yang belum menemukan jawabannya.

Di balik pengumuman resmi aparat penegak hukum, tersimpan banyak spekulasi, terutama karena satu benda penting masih hilang: ponsel milik korban.

"Ponsel korban belum ditemukan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh anggota Kompolnas, Choirul Anam atau yang akrab disapa Cak Anam.

Ia menyebut keberadaan ponsel korban bisa menjadi kunci untuk menelusuri jejak terakhir ADP.

Baca Juga: Jokowi dan Iriana Hadiri Reuni 45 Tahun Kehutanan UGM, Suasana Penuh Keakraban

"Kemarin kami mendapat penjelasan soal HP. HP ini belum ditemukan. Oleh karenanya, masih ada PR soal jejak digital itu,” tuturnya.

Namun, ia juga menekankan bahwa hilangnya ponsel bukan berarti menjadi penentu utama penyebab kematian.

"Penting untuk peristiwanya, tapi apakah ini menentukan penyebab kematian, saya kira penyebab kematiannya tidak di situ," imbuhnya.

ADP, yang dikenal sebagai sosok profesional dan pekerja keras di lingkungan Kementerian Luar Negeri, dilaporkan masih aktif menjalankan tugas hingga malam sebelum kematiannya.

Bahkan, ia sempat terlihat berada di rooftop gedung Kemlu pada Senin malam, 7 Juli 2025, hanya beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa keesokan paginya.

Kondisi jenazah yang ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan dililit lakban kuning menambah kesan mengerikan dalam kasus ini.

Baca Juga: Perumda Tirta Benteng Terjerat Utang Rp19 Miliar, Kebocoran Air Lampaui Batas Nasional

Penjaga indekos menjadi pihak pertama yang menemukan tubuh korban pada pukul 08.30 WIB, Selasa pagi, 8 Juli 2025.

Sejak itu, penyelidikan berjalan intensif, dengan memeriksa orang-orang terdekat, termasuk istri, rekan kerja, dan penjaga kos.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa hasil laboratorium forensik telah rampung dan tengah dilakukan proses sinkronisasi data.

"Untuk kasus diplomat, hasil labfor sudah, sekarang masih dalam sinkronisasi, kemudian mengumpulkan semua alat bukti untuk menemukan fakta sebenarnya bagaimana," jelas AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya.

Salah satu harapan besar publik tertuju pada hasil autopsi dan analisis digital dari barang elektronik milik korban lainnya. Laptop ADP disebut sudah diperiksa dan memberikan gambaran cukup jelas.

Meski begitu, teka-teki tetap tak kunjung terjawab tanpa kehadiran ponsel yang hilang.

Polda Metro Jaya menegaskan akan menggunakan metode scientific investigation atau pendekatan penyelidikan ilmiah guna membongkar kasus ini.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Uang Palsu di Jakarta dan Bandung

Keterangan resmi mengenai hasil forensik dijadwalkan akan diumumkan pada Senin, 28 Juli 2025, dan publik pun menanti dengan penuh harap.

Kasus ADP bukan hanya soal kehilangan seorang pejabat muda, melainkan cerminan betapa pentingnya transparansi dan kejelasan dalam setiap proses hukum.

Sebab di balik setiap kematian misterius, ada keluarga dan kebenaran yang menanti untuk diungkap.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.