Banten

Jokowi dan Iriana Hadiri Reuni 45 Tahun Kehutanan UGM, Suasana Penuh Keakraban

Moehamad Dheny Permana | 26 Juli 2025, 22:44 WIB
Jokowi dan Iriana Hadiri Reuni 45 Tahun Kehutanan UGM, Suasana Penuh Keakraban

Akurat Banten - Suasana penuh keakraban dan nostalgia menyelimuti kampus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pagi itu.

Bukan sekadar pertemuan biasa, hari itu menjadi saksi bisu berkumpulnya para alumni angkatan 1980 yang telah menapaki berbagai jalan kehidupan.

Salah satu sosok paling menonjol di antara mereka yaitu Ir. H. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia ke-7.

Dengan mengenakan kemeja putih khasnya, Jokowi hadir sekitar pukul 10.19 WIB bersama sang istri, Iriana Jokowi.

Tak sekadar menjadi pemimpin negara, hari itu Jokowi datang sebagai teman lama yang ingin mengenang masa-masa kuliah.

"Saya datang bukan sebagai presiden, tapi sebagai bagian dari keluarga besar kehutanan UGM," ucap Jokowi.

Momen reuni ini digelar di gedung Integrated Forest Farming Learning Center, tempat yang kini menjadi simbol kemajuan Fakultas Kehutanan.

Baca Juga: Buntut Konten Parodi, Nathalie Holscher: Ini Jadi Pelajaran Berharga

Sebuah banner besar bertuliskan "REUNI KE-45 TAHUN ANGKATAN '80 FAKULTAS KEHUTANAN UGM" serta slogan "SPIRIT 80 GUYUB RUKUN MIGUNANI" menyambut setiap peserta reuni yang hadir dengan semangat kebersamaan.

Berbeda dari pertemuan formal yang biasanya dihadiri kepala negara, kali ini tak tampak protokoler ketat.

Jokowi tampak membaur, menyapa satu per satu teman lamanya, bahkan menyempatkan diri untuk bercengkrama santai sebelum duduk.

Suara tawa para alumni terdengar riuh, membuktikan bahwa persahabatan lama tak pernah lekang oleh waktu.

Acara itu tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang.

Banyak alumni yang kini menjadi tokoh penting di bidang kehutanan, akademisi, hingga wirausaha sukses.

Baca Juga: Lambatnya Proses Administrasi Diduga Sebabkan Korban Kecelakaan di Cijantung Meninggal Dunia

Diskusi-diskusi kecil mengenai peran kehutanan dalam pembangunan berkelanjutan pun tak terelakkan.

Namun tetap, nuansa persaudaraan tetap menjadi benang merah reuni kali ini.

Sekretaris UGM, Andi Sandi, turut hadir menyambut kedatangan Jokowi.

Ia menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran para alumni, khususnya Jokowi yang masih menyempatkan hadir di tengah kesibukan kenegaraan.

"Ini bukan sekadar reuni, ini bukti bahwa UGM berhasil membentuk manusia yang cinta tanah air dan tetap menghargai akar pendidikannya," ujar Andi.

Menariknya, kursi dengan nama "Ir. H. Joko Widodo" diletakkan berdampingan dengan kursi para pimpinan universitas.

Meski begitu, Jokowi tetap terlihat rendah hati.

Ia lebih banyak berdiri, berbincang, dan bahkan sesekali berkelakar dengan bahasa Jawa yang akrab di telinga para alumni.

Tak banyak pidato formal yang disampaikan. Acara lebih fokus pada kebersamaan, makan siang sederhana, dan pemutaran video dokumenter perjalanan angkatan '80.

Banyak momen haru, terutama ketika ditampilkan foto-foto masa muda Jokowi bersama rekan-rekannya saat masih berkegiatan di hutan maupun laboratorium kampus.

Baca Juga: Dugaan 'Kebocoran' Puluhan Miliar di Tirta Benteng, Air Mengalir Uang Menguap

Reuni ini menjadi pengingat bahwa setiap tokoh besar pun berawal dari ruang-ruang kelas, kenangan remaja, dan persahabatan yang tulus.

Di tengah kesibukan memimpin negara, Jokowi membuktikan bahwa mengenang masa lalu bukan sekadar romantisme, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai kebersamaan.

"Guyub, rukun, migunani, itu yang saya pelajari dari kehutanan UGM. Nilai-nilai itu yang saya bawa hingga sekarang," tutup Jokowi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.