Balas Dendam Militer: 14 Teroris Tewas Usai Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan

Akurat Banten - Pasukan militer Pakistan melakukan operasi besar-besaran di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, yang berujung pada tewasnya 14 teroris dalam kontak senjata sengit.
Operasi ini dilancarkan sebagai respons langsung terhadap serangan bom bunuh diri mematikan yang menargetkan konvoi militer di distrik suku Waziristan Utara pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Menurut pernyataan dari Inter-Services Public Relations (ISPR), sayap media militer Pakistan, insiden mengerikan itu bermula ketika seorang pelaku bom bunuh diri menggunakan kendaraan bermuatan bahan peledak mencoba menyerang iring-iringan pasukan.
Baca Juga: Air Mata Negeri Para Syuhada: Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan Usai Konflik Mematikan dengan Israel
Upaya pertama berhasil digagalkan. Namun, kendaraan kedua yang juga dipenuhi bahan peledak berhasil menabrak salah satu kendaraan militer dalam konvoi tersebut.
Akibat dari ledakan dahsyat tersebut, 13 personel militer gugur, sementara tiga warga sipil mengalami luka-luka.
Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari militer Pakistan yang segera mengerahkan satuan khusus untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Dalam operasi penyisiran tersebut, pasukan keamanan terlibat dalam baku tembak intens dengan kelompok militan bersenjata.
Hasilnya, sebanyak 14 teroris berhasil dilumpuhkan. ISPR menyatakan bahwa operasi itu belum sepenuhnya selesai dan masih berlangsung demi memastikan tidak ada ancaman tersisa di kawasan rawan tersebut.
Baca Juga: Silent Retreat Weekend: Gaya Hidup Baru untuk Menyepi dari Kebisingan Dunia
Distrik Waziristan Utara sendiri dikenal sebagai wilayah yang kerap menjadi tempat persembunyian kelompok militan, termasuk yang memiliki afiliasi dengan Taliban Pakistan (TTP).
Pemerintah dan militer Pakistan telah berulang kali meluncurkan operasi kontra-terorisme di wilayah ini, namun kelompok militan tampaknya masih mampu melakukan serangan mematikan.
Kematian 13 prajurit ini menjadi pukulan besar bagi militer Pakistan, sekaligus menggarisbawahi betapa gentingnya situasi keamanan di wilayah perbatasan.
Pemerintah Pakistan pun diharapkan meningkatkan koordinasi keamanan di daerah-daerah sensitif dan memperkuat sistem intelijen untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Genangan Tol Jakarta-Tangerang Mulai Surut, Lalu Lintas Berangsur Normal
Pihak militer berjanji akan terus memburu dan menumpas setiap kelompok teroris yang mengancam stabilitas nasional dan keselamatan rakyat Pakistan.
Operasi keamanan ini menjadi simbol perlawanan yang tak mengenal kompromi terhadap aksi terorisme di negeri tersebut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








