Banten

Dituduh Tolak Motor Bodong, Wanita di Tangerang Disabet Celurit

Moehamad Dheny Permana | 28 Juni 2025, 23:05 WIB
Dituduh Tolak Motor Bodong, Wanita di Tangerang Disabet Celurit

Akurat Banten - Sebuah insiden mengerikan terjadi di Kampung Rawa Rotan, Kelurahan Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Seorang perempuan berinisial R menjadi korban penganiayaan sadis oleh pria berinisial TS yang secara brutal menyerangnya menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Peristiwa ini bermula dari urusan jual beli sepeda motor. Menurut keterangan Kasubid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, korban sebelumnya meminta bantuan TS untuk mencarikan sepeda motor yang rencananya akan digunakan untuk berjualan.

TS kemudian membawa motor yang ternyata tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi alias bodong.

Mengetahui hal itu, korban R langsung menolak untuk membeli kendaraan tersebut.

Baca Juga: Marathon Digelar, KAI Alihkan 11 Kereta Jarak Jauh ke Stasiun Jatinegara demi Kelancaran Perjalanan

Penolakan itu memicu cekcok antara korban dan pelaku, yang berujung pada pemukulan terhadap anak korban berinisial F oleh TS.

Tak berhenti di situ, esok harinya saat korban tengah berkumpul bersama keluarga untuk membicarakan kejadian tersebut secara musyawarah, pelaku TS tiba-tiba datang membawa celurit.

Ia mengancam akan membunuh korban dan tanpa ragu melayangkan celurit ke arah R.

"Korban mengalami luka robek cukup parah di bagian kening dan bibir akibat sabetan celurit yang dilakukan pelaku," ujar AKBP Reonald.

Baca Juga: Langkah Mini, Dampak Maksimal: Rahasia Hidup Terarah dengan Micro Goals

Pasca kejadian, korban langsung melaporkan tindakan brutal ini ke Polsek Teluknaga.

Saat ini, polisi masih memburu TS yang melarikan diri usai melukai korban.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku agar ia dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tambah Reonald.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan yang berakar dari persoalan ekonomi dan kurangnya penyelesaian secara bijak.

Publik berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan memastikan keadilan ditegakkan demi rasa aman masyarakat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.