Banten

Jakarta Terancam Lumpuh, Ribuan Ojol Siap Gelar Aksi Nasional 20 Mei

Andi Syafrani | 19 Mei 2025, 16:06 WIB
Jakarta Terancam Lumpuh, Ribuan Ojol Siap Gelar Aksi Nasional 20 Mei

AKURAT BANTEN - Rencana demonstrasi besar-besaran yang akan digelar para pengemudi ojek dan taksi online pada Selasa, 20 Mei 2025 mendatang diperkirakan bakal melumpuhkan aktivitas Ibu Kota.

Aksi yang digalang oleh Garda Indonesia, organisasi pengemudi online nasional, ini diwarnai dengan permintaan maaf kepada masyarakat atas potensi terganggunya aktivitas di Jakarta dan sekitarnya akibat mobilisasi massa yang masif.

Baca Juga: Kejagung Bantah Keras Isu Pencopotan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Pastikan Semua Tetap Normal

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono menyampaikan bahwa aksi ini akan diikuti oleh ribuan pengemudi dari berbagai daerah, tidak hanya dari Jabodetabek.

"Kami akan kedatangan rekan-rekan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bandung, Cirebon, bahkan dari luar Jawa seperti Palembang, Lampung, dan Banten," kata Igun dalam pernyataan tertulis pada Jumat, 16 Mei 2025.

Baca Juga: Indonesia Gandeng Thailand Latihan Militer Bersama, Perkuat Keamanan Kawasan Pertanahan dan Industri

Aksi ini muncul sebagai bentuk protes terhadap pelanggaran yang diduga dilakukan perusahaan aplikasi transportasi online terhadap Kepmenhub KP No. 1001 Tahun 2022. Regulasi tersebut menetapkan batas potongan maksimal sebesar 20 persen, namun di lapangan ditemukan potongan hingga mencapai 50 persen.

Garda menuntut agar potongan tersebut diturunkan menjadi hanya 10 persen serta meminta penghapusan sejumlah biaya tambahan yang dinilai membebani mitra pengemudi.

Baca Juga: Nama Budi Arie Muncul di Kasus Mafia Judi Online, Istana Pilih Tunggu Proses Hukum Jalan

Tidak hanya turun ke jalan, para pengemudi juga akan melakukan aksi offbid serentak, yaitu mematikan aplikasi selama 24 jam penuh di kawasan Jabodetabek.

Aksi ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB pada hari yang sama. Sejumlah aliansi pengemudi lainnya seperti APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI, dan GEPPAK juga telah menyatakan dukungan mereka.

Baca Juga: Simak! Berikut Link Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2025, Bisa Diakses Lewat Web PTN PTS

Secara nasional, diperkirakan ada sekitar 500.000 pengemudi roda dua dan empat yang akan turut serta dalam aksi serentak di kota-kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Makassar, hingga Manado. Garda menyebutkan bahwa skala aksi ini menjadi yang terbesar sejak organisasi tersebut berdiri.

Baca Juga: Prabowo Blak-blakan: Aparat Diteror Gara-gara Bongkar Korupsi, Rumah Diikuti hingga Difoto

Igun menambahkan, pihaknya akan menggunakan pendekatan persuasif kepada pengemudi yang tidak ingin ikut aksi agar bersedia mematikan aplikasi. Namun, jika masih ada yang menolak, maka akan ada langkah lanjutan yang akan ditentukan oleh tim lapangan di setiap wilayah.

Baca Juga: Bogor Bakal Keluar Dari Jawa Barat dan Buat Provinsi Baru? Wacana Pemekaran Wilayah Makin Serius

Menurut Garda, aksi ini merupakan jalan terakhir setelah berbagai upaya dialog dan penyampaian aspirasi sejak tahun 2022 tak kunjung mendapat respons berarti dari perusahaan aplikasi maupun pemerintah. Mereka berharap langkah ini bisa membuka mata banyak pihak bahwa ada ketidakadilan yang selama ini dialami para pengemudi online.

Di tengah situasi ini, Garda Indonesia kembali menyampaikan permohonan maaf atas potensi terganggunya aktivitas warga, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka berharap masyarakat bisa memahami bahwa aksi ini bukan semata soal tarif, tapi juga soal perjuangan untuk hidup layak di tengah tekanan ekonomi dan sistem yang tidak berpihak.

Baca Juga: Usai Dapat Laporan Kominfo, Meta Langsung Tutup Grup Fantasi Sedarah di Facebook

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC