Keteguhan Mbok Yem di Tengah Sakit Demi Pendaki yang Lapar

Akurat Banten - Gunung Lawu tak hanya menyimpan pesona alam dan jejak spiritual yang mendalam, tetapi juga kisah luar biasa dari seorang penjaga warung legendaries yaitu Wakiyem (82), yang lebih dikenal dengan sebutan Mbok Yem.
Sosok yang telah puluhan tahun melayani pendaki di warung puncak Gunung Lawu ini baru-baru ini mengalami musibah yang menggugah simpati banyak orang.
Mbok Yem mengaku sempat jatuh di kamar kecil warungnya karena merasa pusing.
Baca Juga: BP Tapera Genjot Keterhunian Rumah Subsidi
Ia juga menderita sakit gigi parah hingga tidak mau makan selama beberapa hari.
Namun, semangat dan rasa tanggung jawabnya tak pernah padam.
Dalam kondisi sakit sekalipun, Mbok Yem tetap melayani pendaki yang datang, bahkan sempat memasakkan telur goreng untuk pembeli pada pukul 2 dini hari.
Cucu Mbok Yem, Syaiful Gimbal, menyampaikan bahwa keluarga baru mengetahui kondisi sang nenek setelah seminggu lamanya beliau menahan sakit.
Mbok Yem memang dikenal sulit diajak komunikasi soal kondisi kesehatannya, karena lebih suka menyimpan penderitaan demi menjaga kenyamanan para pendaki.
“Mikirnya selalu pendaki, bagaimana kalau nggak ada yang jual makanan di atas,” ujar Syaiful.
Baca Juga: Naik MRT Cuma Rp1! Jakarta Rayakan Hari Angkutan Nasional dengan Tarif Super Spesial
Akhirnya, pihak keluarga memaksa Mbok Yem turun gunung untuk menjalani perawatan.
Ia dirawat di RSU Aisyiyah Ponorogo sejak 4 Maret 2025 dan didiagnosis mengidap pneumonia.
Tiga dokter spesialis turut menangani kondisinya yaitu dari paru-paru, penyakit dalam, hingga jantung.
Meskipun sempat mengalami penurunan kondisi saat Lebaran, kesehatan Mbok Yem sempat membaik dan ia masih menjalani rawat jalan.
Kisah Mbok Yem bukan sekadar cerita tentang seorang nenek penjaga warung di ketinggian, tetapi tentang keteguhan hati, pengabdian tanpa pamrih, dan cinta sejati kepada sesama manusia.
Baca Juga: BP Tapera Genjot Keterhunian Rumah Subsidi
Di tengah dinginnya angin puncak Lawu, kehangatan hati Mbok Yem adalah pelita bagi para pendaki.
Kini, Gunung Lawu bukan hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kisah seorang legenda sejati yang hidup demi orang lain yaituMbok Yem, penjaga puncak yang tak pernah lelah melayani, bahkan saat tubuhnya sendiri meminta istirahat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!








