Banten

Viral di Medsos, Dokter Gigi Jessica Freddy Akhirnya Buka Suara soal Dugaan KDRT dan Teror Psikologis dari Mantan Suami

Andi Syafrani | 20 Desember 2025, 13:57 WIB
Viral di Medsos, Dokter Gigi Jessica Freddy Akhirnya Buka Suara soal Dugaan KDRT dan Teror Psikologis dari Mantan Suami

AKURAT BANTEN - Pengakuan mengejutkan datang dari dokter gigi ternama, Agnes Jessica Freddy Lawandi atau yang dikenal sebagai Jessica Freddy. Melalui unggahan di media sosial, ia akhirnya membuka kisah kelam rumah tangganya yang selama bertahun-tahun dipendam rapat dari ruang publik.

Lewat akun Instagram pribadinya, Jessica membagikan rangkaian cerita yang ia sebut sebagai bentuk keputusasaan sekaligus upaya mencari keadilan.

Unggahan tersebut langsung menyita perhatian warganet karena memuat dugaan kekerasan dalam rumah tangga hingga persoalan hukum serius yang menyeret nama mantan suaminya, MH.

Baca Juga: Akhir Penantian Dua Pekan: Air Mata Wanita di Sibolga Pecah Saat Jasad Orang Tua Ditemukan di Lokasi Longsor

“Saya Agnes Jessica, siapapun tolong bantu saya,” tulis Jessica dalam salah satu unggahan yang viral dan menuai ribuan respons empati dari masyarakat.

Dalam pengakuannya, Jessica menyebut pernikahannya yang dimulai pada 2012 justru menjadi awal dari rangkaian intimidasi dan kekerasan.

Ia mengaku mengalami tekanan verbal hingga kekerasan fisik sejak tahun-tahun awal pernikahan, namun memilih bertahan dan memaafkan dengan harapan situasi membaik.

“Sejak awal menikah, saya sudah mengalami kekerasan fisik dan verbal secara berulang,” ungkap Jessica.

Baca Juga: Sukabumi Mencekam! Detik-Detik Kampung Sawah Tengah Diterjang Banjir Bandang, Rumah Warga Dilaporkan Habis!

Ia mengakui tidak memiliki bukti medis atau visum pada masa itu karena memilih diam, sebuah keputusan yang kini ia sesali namun menurutnya kerap dialami banyak korban KDRT.

Situasi kian memburuk setelah kelahiran anak pertama mereka pada 2013. Jessica menyebut sang anak tumbuh di lingkungan penuh konflik dan kerap menyaksikan langsung kekerasan yang terjadi di dalam rumah, meninggalkan trauma psikologis mendalam.

“Papa suka pukul Mama,” tutur sang anak kecil kala itu, sebagaimana diceritakan Jessica dalam unggahannya.

Baca Juga: Geger Langit Merah Darah Menghantui Pesisir Pandeglang, Warga Cemas Ada Pertanda Apa?

Jessica juga mengungkap dugaan insiden kekerasan terhadap anak yang terjadi pada 2016. Ia menuturkan sang anak yang memiliki kebutuhan khusus diduga mengalami kekerasan fisik usai dibawa mantan suaminya ke pusat perbelanjaan, hanya karena tantrum di tempat umum.

“Tantrum itu hal yang wajar bagi anak dengan kondisi khusus, bukan alasan untuk kekerasan,” tulis Jessica dengan nada getir.

Konflik tak berhenti di ranah rumah tangga. Pada 2024, proses perceraian yang ia jalani justru disebut berlangsung tanpa sepengetahuannya. Putusan cerai dijatuhkan secara verstek, yang menurut Jessica membuatnya berada pada posisi sangat dirugikan.

Baca Juga: GILA! Indosiar Raup Rp5,3 Miliar dari Koin ‘Dangdut Academy 7’ dalam Semalam, Netizen: Ajang Cari Bakat atau Cari Duit?

Lebih jauh, ia mengklaim menemukan dugaan pemalsuan dokumen negara, termasuk akta pernikahan, yang berimplikasi pada keabsahan hukum pernikahan mereka selama belasan tahun.

“Putusan cerai dijatuhkan tanpa pemberitahuan kepada saya, sehingga hasilnya sangat tidak adil dan hanya menguntungkan satu pihak,” ungkapnya.

Ironisnya, meski disebut tidak pernah menafkahi keluarga, mantan suaminya justru menuntut pembagian harta dan tabungan anak-anak. Jessica menyebut tuntutan tersebut semakin menekan kondisi mentalnya sebagai ibu dan pencari nafkah utama.

Baca Juga: BUMN Peringati Hari Bela Negara, Lakukan Aksi Nyata Tanggung Jawab Kebangsaan Lewat Penanganan Bencana

Tekanan psikologis itu berlanjut hingga 2025. Jessica mengaku menghadapi teror lanjutan berupa tuduhan malpraktik yang dinilainya tidak berdasar, serta pelaporan terhadap orang-orang terdekatnya yang semakin mempersempit ruang geraknya.

Merasa tak lagi sanggup berjuang sendirian, Jessica akhirnya memilih berbicara ke publik. Baginya, langkah ini bukan untuk sensasi, melainkan demi keselamatan dan masa depan anak-anaknya.

“Saya sudah sangat lelah, tapi saya harus tetap kuat karena anak-anak saya membutuhkan ibunya,” tutup Jessica dalam unggahannya yang kini menjadi sorotan luas masyarakat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC