Banten

Kebakaran Hebat di Tambora Tewaskan ODGJ yang Diduga Tertidur Saat Api Menyebar

Moehamad Dheny Permana | 12 Oktober 2025, 12:27 WIB
Kebakaran Hebat di Tambora Tewaskan ODGJ yang Diduga Tertidur Saat Api Menyebar

Akurat Banten - Sebuah kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di RT 11/RW 07 Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat pagi, dan menelan satu korban jiwa.

Korban diketahui adalah seorang pria berinisial AS (41) yang merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Ia diduga tertidur lelap di dalam kamar saat api membakar rumahnya dan tak sempat menyelamatkan diri.

“Dugaan sementara korban sedang tidur saat kejadian, sehingga tidak sempat keluar,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara.

Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi.

“Pihak keluarga sudah memberikan izin. Autopsi ini untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” tambah Sudrajat.

Baca Juga: Harapan Baru di Gaza Saat Ribuan Warga Pulang Setelah Suara Senjata Terhenti

Kebakaran tersebut juga menimbulkan kerusakan besar.

Empat rumah warga dan sepuluh pintu kontrakan ludes terbakar dalam waktu singkat.

Asap hitam sempat membubung tinggi dan membuat warga panik berhamburan ke jalan.

Banyak yang hanya mampu menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan harta benda.

Tim pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan butuh waktu hampir satu jam untuk menjinakkan api.

Petugas kepolisian juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kami masih mendalami penyebab kebakaran. Beberapa sampel diambil dari lokasi dan saksi sudah dimintai keterangan,” kata Sudrajat.

Salah satu saksi mata, Anwar (48), mengaku api muncul secara tiba-tiba dari atas bangunan tempat pengelasan besi.

“Waktu itu ada orang lagi ngelas. Percikannya jatuh ke atap rumah,” kata Anwar.

Menurutnya, percikan panas mengenai asbes rumah warga yang mudah terbakar.

“Asbesnya langsung pecah, apinya masuk ke dalam, lalu menjalar ke rumah saya dan rumah lainnya,” jelasnya.

Ia menceritakan kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam hitungan menit, api membesar dan menjalar cepat ke bangunan lain yang berdempetan.

Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam datang.

Sayangnya, upaya itu tak cukup menghentikan kobaran api yang kian membesar.

Baca Juga: WAJIK: Makanan Para Raja Majapahit yang Jadi Simbol Cinta Abadi

Situasi semakin mencekam ketika warga menyadari ada seseorang yang terjebak di dalam rumah.

Namun, api sudah terlalu besar untuk didekati.

“Kami dengar kabar ada orang di dalam, tapi apinya sudah tinggi banget,” tutur Anwar.

Sudrajat menyatakan penyelidikan akan difokuskan pada sumber percikan api yang diduga berasal dari aktivitas pengelasan besi tersebut.

“Kemungkinan dari pengelasan, tapi penyebab pastinya harus menunggu hasil pemeriksaan tim forensik dan laboratorium,” ujarnya.

Untuk saat ini, puing-puing bangunan yang hangus terbakar masih dijaga petugas kepolisian guna kepentingan penyelidikan lanjutan.

Warga yang rumahnya hangus pun mulai membersihkan sisa-sisa kebakaran sambil menunggu bantuan dari pemerintah setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas pengelasan dan penggunaan api terbuka di kawasan padat penduduk, yang kerap berakhir tragis.

“Kalau saja apinya tidak cepat menyebar, mungkin korban bisa diselamatkan,” kata seorang warga.

Pihak kepolisian meminta masyarakat lebih waspada dan memastikan aktivitas berisiko tinggi dilakukan dengan pengawasan ketat.

Sementara itu, jenazah AS masih berada di RS Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga korban telah mendatangi rumah sakit untuk proses pemakaman setelah autopsi selesai.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.