Banten

Prabowo Dorong Pendirian Bank Genetik untuk Amankan Plasma Nutfah dan Bibit Unggul Nusantara

Moehamad Dheny Permana | 28 Agustus 2025, 20:05 WIB
Prabowo Dorong Pendirian Bank Genetik untuk Amankan Plasma Nutfah dan Bibit Unggul Nusantara

Akurat Banten - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengembangan bank genetik sebagai langkah strategis menjaga kekayaan hayati Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Pernyataan itu disampaikan seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, yang membahas pemanfaatan genome sequencing dalam riset bibit unggul pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan serta Direktur Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura Indonesia, Prof. Sri Fatmawati.

“Presiden melihat bahwa pertanian kita harus berbasis sains, dikelola secara modern, dan riset bibit unggul ini harus segera dikerjakan,” ujar Luhut.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo mengikuti dengan saksama paparan yang disampaikan Prof. Fatmawati mengenai kondisi Indonesia sebagai negara dengan mega biodiversitas.

Menurutnya, keberadaan gen bank sangat penting agar plasma nutfah tanaman tidak hanya terjaga tetapi juga bisa dikembangkan menjadi bibit unggul bernilai ekonomi tinggi.

Prabowo menekankan, pembangunan bank genetik harus sepenuhnya ditangani oleh putra-putri bangsa.

“Beliau jelas sekali menyampaikan, riset dan pengelolaan ini tidak boleh bergantung pada pihak luar, kita sendiri yang harus mengerjakan,” kata Luhut.

Sementara itu, Prof. Sri Fatmawati menegaskan Indonesia memiliki keunggulan besar karena kekayaan genetik tanaman yang sangat beragam.

“Sebagai negara dengan megabiodiversitas, kita wajib memiliki gen bank untuk memastikan keberlangsungan plasma nutfah sekaligus menghasilkan bibit unggul,” ujar Sri.

Baca Juga: Keracunan Massal di Lebong, RSUD Kirim Sampel Makanan Gratis ke BPOM untuk Uji Laboratorium

Tahap awal riset, kata dia, difokuskan pada tanaman kemenyan asal Sumatera.

Alasannya, kemenyan memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan termasuk tanaman yang perlu dilindungi dari ancaman kepunahan.

“Sekarang masih dalam tahap riset dan ekspedisi lapangan, khususnya untuk memetakan potensi kemenyan Sumatera. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga konservasi,” jelasnya.

Pengembangan bank genetik ini dipandang strategis karena dunia tengah menghadapi tantangan serius terkait ketahanan pangan dan perubahan iklim.

Dengan basis data genetik yang kuat, Indonesia diyakini dapat menciptakan varietas tanaman baru yang lebih tahan penyakit, lebih produktif, sekaligus sesuai dengan kondisi iklim tropis.

Pemerintah berharap upaya ini dapat mendorong swasembada pangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Sejumlah pakar menilai dukungan Presiden Prabowo terhadap proyek ini menjadi sinyal positif bahwa riset pertanian mendapat perhatian lebih.

Kebijakan tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor bibit.

Baca Juga: Benteng Terakhir Sawah Produktif, Menteri ATR Tegaskan Tak Akan Biarkan Alih Fungsi Lahan Menggerus Ketahanan Pangan

Selain itu, bank genetik diharapkan mampu menjadi pusat konservasi sekaligus laboratorium inovasi yang mendorong hilirisasi sektor pertanian.

“Kalau dikelola dengan serius, gen bank bisa jadi aset bangsa yang tidak ternilai. Ini akan sangat menentukan masa depan pertanian kita,” tutur Luhut.

Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan mampu menjaga warisan hayati sekaligus memastikan generasi mendatang tetap memiliki sumber pangan yang kuat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.