Keracunan Massal di Lebong, RSUD Kirim Sampel Makanan Gratis ke BPOM untuk Uji Laboratorium

Akurat Banten - Puluhan tenaga medis di Kabupaten Lebong, Bengkulu, bekerja ekstra setelah ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan massal.
Kasus ini mencuat usai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang gizi pelajar justru diduga menjadi sumber masalah kesehatan serius.
“Kami sudah mengirimkan muntahan siswa dan sisa makanan ke BPOM Bengkulu untuk diteliti,” ujar Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Lebong, Gian Septhayudi.
Ia menegaskan pemeriksaan laboratorium tersebut sangat krusial untuk menentukan apakah keracunan terjadi karena makanan basi, kadaluwarsa, atau kemungkinan faktor lain yang belum teridentifikasi.
Sejak Rabu pagi hingga siang, suasana darurat mewarnai RSUD Lebong.
Korban terus berdatangan, mulai dari anak usia PAUD hingga SMP.
Gejala umum yang mereka alami hampir seragam, yakni mual, muntah, pusing, hingga sebagian harus mendapatkan perawatan intensif.
Data sementara mencatat sedikitnya 300 siswa menjadi korban.
“Sebagian besar kondisinya sudah membaik, meski masih ada yang harus menjalani perawatan lebih lanjut,” tambah Gian.
Baca Juga: Diplomasi Tingkat Tinggi, Indonesia dan Australia Bahas Stabilitas Kawasan di Canberra
RSUD Lebong bersama puskesmas di sekitar lokasi menjadi garda terdepan penanganan, berupaya menstabilkan kondisi anak-anak yang diduga keracunan setelah menyantap paket MBG dengan menu mi, bakso, sayur, telur, dan susu.
Pemeriksaan laboratorium oleh BPOM diharapkan segera memberikan jawaban yang lebih pasti mengenai penyebab utama kasus ini.
Hasil uji nantinya akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah lanjutan.
“Yang paling utama adalah keselamatan siswa, tetapi tentu kami juga menunggu hasil resmi dari BPOM agar jelas arahnya,” kata Gian.
Program MBG yang sebelumnya dipandang sebagai upaya meningkatkan asupan gizi pelajar, kini justru menjadi sorotan tajam publik.
Beberapa sekolah yang siswanya terdampak di antaranya SD IT Al Azhar, PAUD IT Al Azhar, TK IT Tabeak Kauk, SD Muhammadiyah 1 A Ujung Tanjung, hingga SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 16 Lebong.
Pemerintah daerah bersama pihak sekolah kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh.
Banyak orang tua siswa mengaku khawatir, meski sebagian mulai lega setelah kondisi anak-anak menunjukkan pemulihan.
Baca Juga: Buruh Banten Demo 28 Agustus ke Kantor Gubernur Banten, Tuntut Hak yang Selama Ini Dirampas, Apa?
“Anak saya sudah lebih baik, tapi saya tetap ingin tahu penyebab pastinya,” ujar salah satu wali murid.
Meski suasana di rumah sakit mulai kondusif, kasus ini menyisakan tanda tanya besar.
Apakah benar makanan dalam program MBG menjadi biang keladi, atau ada faktor lain yang memperburuk situasi?
Pihak terkait berharap hasil investigasi cepat keluar agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Untuk saat ini, fokus utama pemerintah daerah tetap pada proses pemulihan kesehatan siswa.
Namun, publik menunggu jawaban tegas atas misteri keracunan massal ini.
Apabila hasil uji BPOM menemukan adanya kelalaian, bukan tidak mungkin langkah hukum atau evaluasi program MBG akan segera diambil demi mencegah kejadian serupa terulang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 6MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 7Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








