Banten

Diplomasi Tingkat Tinggi, Indonesia dan Australia Bahas Stabilitas Kawasan di Canberra

Moehamad Dheny Permana | 28 Agustus 2025, 16:21 WIB
Diplomasi Tingkat Tinggi, Indonesia dan Australia Bahas Stabilitas Kawasan di Canberra

Akurat Banten - Hubungan strategis Indonesia dan Australia kembali mendapat sorotan internasional seiring berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi antara para menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara di Canberra.

Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan memimpin langsung delegasi Indonesia dalam forum yang dikenal sebagai 2+2 Meeting, sebuah mekanisme dialog reguler yang mempertemukan pejabat tinggi diplomasi dan pertahanan dari kedua belah pihak.

Pertemuan ini berlangsung di Gedung Parlemen Australia pada Kamis, 28 Agustus 2025 dan menjadi edisi kesembilan sejak forum tersebut pertama kali digagas pada 2011.

Dari pihak tuan rumah, jajaran delegasi dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Richard Marles bersama Menteri Luar Negeri Penny Wong.

Isu yang dibawa ke meja perundingan kali ini bukan sekadar rutinitas diplomasi, melainkan mencerminkan tantangan nyata yang tengah dihadapi kawasan Indo-Pasifik.

“Situasi global bergerak cepat, kita tidak bisa menghadapinya sendiri, kerja sama erat dengan Australia menjadi kunci,” ujar Menlu Sugiono.

Baca Juga: Demo Buruh Hari Ini di DPR, Tenaga Ahli yang Berkantor di Senayan Justru Bikin Aturan Ini

Fokus pembahasan diarahkan pada kerja sama pertahanan, keamanan maritim, serta dinamika geopolitik yang belakangan semakin kompleks, termasuk konflik di Timur Tengah.

Isu Palestina diperkirakan menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus dalam diskusi, mencerminkan keprihatinan bersama kedua negara terhadap stabilitas internasional.

Selain membicarakan isu-isu keamanan, kedua pihak juga diharapkan menyepakati sejumlah langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan.

Deliverables dari pertemuan tersebut diyakini akan menjadi tolok ukur keseriusan Indonesia dan Australia dalam memperkuat fondasi kemitraan strategis mereka.

Forum 2+2 ini pada dasarnya tidak hanya berbicara soal militer, namun juga menyentuh aspek diplomasi yang lebih luas.

Hal itu terlihat dari agenda terpisah yang akan dijalankan Menlu Sugiono dengan Penny Wong, membahas potensi penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, hingga investasi.

Menurut sumber diplomatik di Jakarta, diskusi ekonomi dianggap sebagai pelengkap penting dari pembahasan strategis agar kemitraan kedua negara tidak hanya berhenti pada aspek keamanan.

Menhan Sjafrie juga dijadwalkan mengadakan dialog teknis dengan mitranya dari Australia, membicarakan langkah-langkah untuk meningkatkan interoperabilitas militer dan latihan gabungan di masa mendatang.

Pertemuan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa hubungan Jakarta-Canberra berada pada fase saling percaya dan semakin erat.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Terima 120 Aduan Pencemaran Lingkungan, 19 Perusahaan Kena Sanksi

Apalagi, di tengah ketegangan geopolitik global, kedua negara sama-sama memiliki kepentingan menjaga stabilitas di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Tak hanya agenda formal, Menlu dan Menhan Indonesia juga akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Pertemuan dengan orang nomor satu di Negeri Kanguru itu diharapkan dapat mempertegas komitmen politik di level tertinggi untuk menjaga kemitraan strategis kedua negara tetap solid.

Para pengamat menilai, keberhasilan forum ini akan sangat menentukan arah hubungan bilateral ke depan, terutama dalam menghadapi dinamika kawasan yang serba tak terduga.

Dengan demikian, forum 2+2 di Canberra bukan hanya sekadar rapat rutin antarmenteri, tetapi juga momentum penting untuk menguji sejauh mana Indonesia dan Australia mampu melangkah bersama dalam menghadapi tantangan global.

Kedua negara tampaknya sepakat bahwa diplomasi dan pertahanan bukan dua hal yang terpisah, melainkan harus berjalan beriringan demi terciptanya kawasan yang lebih aman, stabil, dan sejahtera.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.