Banten

Prabowo Pastikan MBG Aman, Pemerintah Perketat Pengawasan dan Minimalisasi Risiko

Andi Syafrani | 18 November 2025, 14:23 WIB
Prabowo Pastikan MBG Aman, Pemerintah Perketat Pengawasan dan Minimalisasi Risiko

AKURAT BANTEN — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab penuh atas semua insiden yang muncul terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia memastikan negara tidak akan menghindar dari tanggung jawab, sekaligus menekankan pentingnya pengawasan ketat agar program ini berjalan aman dan efektif.

Baca Juga: APBD 2026 Mulai Dibahas, DPRD Pastikan Program Andra–Dimyati Tepat Sasaran untuk Rakyat

Prabowo menyebut bahwa dari puluhan juta porsi makanan yang disalurkan setiap hari, gangguan kesehatan seperti masalah pencernaan masih mungkin terjadi.

Namun, pemerintah kini memperketat prosedur, memperkuat pengawasan, dan menyiapkan langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko tersebut.

“Sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras. Semua prosedur yang perlu diambil, harus dilakukan. Tidak ada kompromi soal kualitas dan keamanan,” ujar Prabowo saat kunjungan kerja di Bekasi, Senin (17/11).

Baca Juga: Tak Perlu Lagi ke Jakarta, Layanan Jantung di RSUD Kota Tangerang Resmi Bisa Pakai BPJS

Ia menyampaikan rasa syukurnya atas percepatan distribusi MBG yang berjalan jauh lebih cepat dari target awal.

“Alhamdulillah, hari ini sudah 44 juta porsi yang tersalurkan. Ini salah satu pencapaian tercepat di dunia. Presiden Brazil bilang, mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta, sedangkan kita belum 12 bulan sudah 44 juta,” ungkapnya.

Meski begitu, Prabowo menekankan pemerintah tidak boleh berpuas diri. Target akhir MBG adalah menjangkau 82,9 juta penerima, termasuk anak sekolah dan ibu hamil, sehingga percepatan distribusi tetap harus diiringi kualitas dan keamanan makanan.

Baca Juga: Miris! Modus Baru Teror Lewat Dunia Maya, Densus 88 Tangkap Dua Teroris Perekrut Anak-anak Dibawah Umur

Dalam pertemuannya dengan warga, Prabowo juga menanggapi keluhan anak-anak yang belum menerima MBG. Ia meminta kesabaran sambil menekankan bahwa semua prosedur harus matang untuk mencegah penyimpangan.

“Ini uang rakyat, jadi harus disiapkan dengan baik,” katanya.

Baca Juga: Lima Siswa Jadi Saksi Kasus Bullying di SMPN 19 Kota Tangsel, Kini Jalani Pemeriksaan

Presiden juga menegaskan bahwa program MBG memberikan manfaat nyata.

“Rakyat merasakan manfaatnya langsung. Anak-anak mendapatkan protein yang cukup, tumbuh lebih sehat, tulangnya kuat, sel otaknya lebih cerdas. Ini bukan sekadar makan, tapi investasi jangka panjang bagi generasi muda,” ujarnya.

Sejak muncul kasus keracunan, pemerintah bergerak cepat dengan menutup dapur yang bermasalah, melakukan evaluasi juru masak, menyederhanakan menu, serta melibatkan puskesmas dan satgas daerah untuk memastikan keamanan makanan. Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) kini wajib memiliki sertifikasi laik higienis.

Baca Juga: Komisi III DPR Tegaskan Revisi KUHAP Lebih Berkeadilan, Bantah Isu Polisi Bebas Bertindak Tanpa Izin Hakim

Pemerintah juga memperkuat kerangka regulasi MBG melalui Keputusan Presiden (Keppres) tentang Tim Koordinasi dan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Tata Kelola Penyelenggaraan MBG. Semua langkah ini ditujukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga.

Prabowo optimistis dengan pengawasan dan persiapan yang lebih matang, insiden MBG dapat ditekan hingga mendekati 0 persen. Ia menegaskan bahwa pemerintah serius menjadikan program ini sebagai layanan berkualitas bagi masyarakat, sambil memastikan manfaat maksimal bagi generasi penerus.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC