KPK Geledah Rumah 'Sultan' Irvian, Temukan Dolar hingga Barang Elektronik dalam Kasus Sertifikat K3

AKURAT BANTEN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah penting dalam penyidikan dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kali ini, giliran rumah Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3, Irvian Bobby Mahendro (IBM), yang disambangi tim penyidik.
Baca Juga: Garuda Tetap Main Dua Kali, Taiwan Jadi Lawan Pengganti Kuwait di FIFA Match Day
Dalam operasi tersebut, penyidik berhasil menemukan sejumlah barang bukti, mulai dari perangkat elektronik hingga uang tunai dalam bentuk dolar. Meski jumlah pastinya belum diumumkan, KPK memastikan seluruh temuan sudah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
“Penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah saudara IBM dan mengamankan sejumlah barang bukti elektronik serta uang tunai dalam bentuk dolar,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Baca Juga: PT Cipta Perdana Lancar Hadirkan Food Tray SUS 304 Halal dan Ramah Lingkungan
Temuan tersebut menambah daftar panjang bukti yang memperkuat dugaan adanya praktik pemerasan di balik proses sertifikasi K3. Sertifikat yang sejatinya berfungsi untuk menjamin keselamatan pekerja di lapangan, justru dimanfaatkan segelintir pejabat sebagai ladang keuntungan pribadi.
IBM sendiri disebut sebagai salah satu aktor penting dalam pusaran kasus ini. Dalam konstruksi perkara, ia diduga menerima aliran dana paling besar dari praktik lancung tersebut.
Tak heran jika sosoknya kerap dijuluki “sultan” oleh rekan-rekannya, termasuk Immanuel Ebenezer atau Noel, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang juga ikut terseret kasus ini.
Julukan “sultan” bukan tanpa alasan. Gaya hidup IBM yang gemerlap, dari kendaraan mewah hingga pola hidup serba berkelas, dianggap tidak sejalan dengan penghasilannya sebagai pejabat publik. Dugaan pun menguat bahwa kemewahan tersebut berasal dari hasil pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3.
Selain IBM dan Noel, KPK juga menetapkan sembilan tersangka lainnya. Mereka antara lain Gerry Aditya Herwanto Putra, Subhan, Anita Kusumawati, Fahrurozi, Hery Sutanto, Sekarsari Kartika Putri, serta Koordinator Supriadi. Dari pihak swasta, dua nama dari PT KEM Indonesia yakni Temurila dan Miki Mahfud, ikut dijerat dalam kasus ini.
Baca Juga: Nyamar Jadi Pembeli, Wakil Wali Kota Tangsel Blusukan ke Pasar Serpong
KPK menekankan, pengungkapan perkara ini bukan hanya untuk menghukum oknum, tetapi juga untuk membersihkan praktik kotor di sektor ketenagakerjaan. Lembaga antirasuah itu menilai, jika tidak segera ditindak, praktik pemerasan semacam ini akan terus menggerogoti sistem dan merugikan dunia kerja secara luas.
“Kasus ini bukan hanya soal siapa yang terlibat, tetapi bagaimana kita memastikan tidak ada lagi pungli dalam pengurusan sertifikat yang menyangkut nyawa pekerja,” tegas Budi Prasetyo.
Baca Juga: Ratusan Buruh dari Tangerang Mulai Bersiap Kepung Kantor Gubernur Banten, Tuntut Kenaikan Upah 2026
Proses penyidikan dipastikan masih berjalan. KPK bahkan membuka kemungkinan penetapan tersangka baru, mengingat aliran dana dalam kasus ini terbilang kompleks dan melibatkan banyak pihak.
Publik kini menunggu sejauh mana langkah KPK mampu membongkar jaringan korupsi ini, sekaligus menjadi momentum untuk membersihkan wajah sektor ketenagakerjaan di Indonesia dari praktik pemerasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 320.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 7Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 8Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth




