DPR RI Serap Aspirasi Warga Papua Barat Daya untuk Percepat Pemerataan Pembangunan

Akurat Banten - Dalam upaya memperkuat pembangunan di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB), rombongan DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat Daya.
Kunjungan ini difokuskan untuk menyerap secara langsung aspirasi masyarakat sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan nasional di masa mendatang.
Ketua Komisi II DPR RI, Dr. Muhammad Rifqinizami Karsayuda, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dari komitmen negara untuk mendengar dan bertindak berdasarkan kebutuhan masyarakat.
"Kami tidak datang membawa solusi jadi. Kami datang untuk mendengarkan rakyat secara langsung," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu krusial disampaikan oleh perwakilan daerah, mulai dari Kabupaten Tambrauw, Maybrat, hingga Raja Ampat.
Persoalan yang diangkat meliputi batas wilayah yang masih belum jelas, tantangan dalam pengelolaan kawasan konservasi, akses infrastruktur dasar yang minim, serta ketimpangan dalam pemanfaatan potensi wisata dan kelautan.
Perwakilan dari Raja Ampat secara lugas menyampaikan keresahan masyarakat terkait sektor pariwisata.
“Kami punya surga laut, tapi masyarakat di sini belum merasakan manfaat ekonominya,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Sementara itu, pemerintah Kabupaten Tambrauw menyoroti konflik tapal batas dengan Kabupaten Manokwari yang hingga kini belum menemukan titik temu, meskipun Mahkamah Konstitusi telah memberikan putusan.
Tak hanya itu, Tambrauw juga menyoroti kebutuhan dasar seperti ketersediaan listrik, pembangunan jalan penghubung antardaerah, hingga perlindungan kawasan konservasi yang seringkali tumpang tindih dengan lahan pemukiman warga.
Rifqinizami menyampaikan bahwa seluruh masukan tersebut akan dibawa ke tingkat pusat.
Baca Juga: Dua Bandar Narkoba Ditangkap di Apartemen Mangga Besar, Polisi Ungkap Modus Penjualan
“Kami akan perjuangkan hingga ke meja Presiden dan kementerian terkait. Kita harap tahun 2027 sudah ada perubahan besar,” jelasnya.
Menurutnya, Papua bukan hanya peta di ujung timur Indonesia, tetapi bagian dari wajah bangsa yang harus ditampilkan dengan penuh kemajuan dan kesejahteraan.
“Papua adalah cermin keadilan pembangunan nasional,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang berkesinambungan antara pusat dan daerah demi kemajuan Papua Barat Daya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








