Banten

Lewotobi Laki-Laki Masih Awas, Gunung Tenang yang Menyimpan Ancaman Dahsyat

Moehamad Dheny Permana | 24 Mei 2025, 04:16 WIB
Lewotobi Laki-Laki Masih Awas, Gunung Tenang yang Menyimpan Ancaman Dahsyat

Akurat Banten - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status gunung api tersebut pada Level IV atau "Awas", tingkat kewaspadaan tertinggi dalam sistem pemantauan gunung api Indonesia.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyatakan bahwa hasil analisis visual dan instrumental menunjukkan gunung ini belum stabil sepenuhnya.

Dalam laporan yang diterima di Labuan Bajo pada Sabtu dini hari, ia mengungkapkan bahwa erupsi masih terjadi, meskipun suara gemuruh dan sinar api sudah tidak terdengar atau terlihat.

Baca Juga: Gempa di Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami, Tapi Tetap Waspada

Pada periode pengamatan 22 Mei 2025 pukul 12.00 hingga 23 Mei 2025 pukul 18.00 Wita, tercatat satu kali erupsi dengan kolom abu mencapai 300 meter di atas puncak.

Selain itu, asap berwarna putih dengan tekanan lemah hingga sedang juga terus mengepul dari kawah, dengan ketinggian antara 500 hingga 700 meter di atas puncak gunung.

Meskipun secara visual terkesan menurun, aktivitas di bawah permukaan gunung tetap aktif.

Tercatat 12 kali gempa embusan, 24 kali gempa harmonik, dan 31 kali gempa vulkanik dalam. Selain itu, delapan kali gempa tektonik jauh juga terdeteksi.

Gempa vulkanik dalam menjadi indikator penting bahwa masih ada suplai magma dari kedalaman, walaupun amplitudonya terpantau kecil.

Baca Juga: KPK Klarifikasi Soal Barang Sitaan Kasus Kemenaker: Penggeledahan Dilakukan di Rumah Pribadi bukan Kantor

Data dari alat tiltmeter menunjukkan penurunan tekanan internal, yang memberi sinyal stabilitas perlahan.

Namun demikian, hasil pemantauan melalui drone menunjukkan adanya endapan lava baru di dasar kawah.

Potensi bahaya besar dapat muncul bila terjadi erupsi yang membongkar endapan lava tersebut, yang bisa memicu letusan eksplosif berskala besar.

Mengingat potensi bahaya tersebut, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah, serta hingga 7 kilometer pada sektor barat hingga timur laut dari pusat erupsi.

Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mematuhi arahan dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut: Komnas HAM Sebut Ada Perdebatan soal Metode Penanganan Detonator

Warga di sekitar daerah rawan bencana, terutama yang bermukim di sekitar sungai-sungai berhulu di Gunung Lewotobi Laki-Laki seperti Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen, diingatkan untuk waspada terhadap ancaman banjir lahar jika terjadi hujan lebat.

Selain itu, masyarakat yang terdampak abu vulkanik disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi saluran pernapasan.

Warga juga diminta untuk tidak mempercayai kabar yang tidak jelas sumbernya dan hanya mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

Baca Juga: Gempa di Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami, Tapi Tetap Waspada

Meski tampak tenang dari kejauhan, Gunung Lewotobi Laki-Laki menyimpan potensi ancaman besar yang tidak boleh dianggap remeh.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan siaga dalam menghadapi dinamika gunung api yang bisa berubah sewaktu-waktu.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.