Banten

Prabowo Turun Tangan! Targetkan Ongkos Haji Indonesia Termurah di Asia

Moehamad Dheny Permana | 6 Mei 2025, 08:32 WIB
Prabowo Turun Tangan! Targetkan Ongkos Haji Indonesia Termurah di Asia

Akurat Banten -  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan umat dengan mengarahkan otoritas terkait untuk menurunkan biaya haji Indonesia, bahkan ditargetkan agar lebih murah dibandingkan Malaysia.

Arahan tegas ini disampaikan langsung dalam peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya belum puas, kita harus capai yang terbaik. Kalau bisa lebih murah dari Malaysia,” ujar Presiden Prabowo dengan nada optimis di hadapan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf, dan para tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Operasi Gabungan! Satpol PP Cianjur Segel Perusahaan Bandel di Desa Kanoman

Pernyataan Presiden tersebut langsung disambut positif oleh Menteri Agama serta para pejabat haji, yang menyatakan siap menjalankan arahan tersebut.

Langkah ini menjadi angin segar bagi umat Muslim Indonesia, mengingat besarnya minat dan jumlah calon jamaah haji dari Tanah Air yang mencapai ratusan ribu orang setiap tahunnya.

Presiden menjelaskan bahwa pemerintah saat ini telah berhasil menurunkan biaya haji sebesar Rp4 juta untuk musim haji 2025, namun menurutnya itu belum cukup.

Penurunan itu menjadi titik awal dari upaya efisiensi yang lebih besar.

Pemerintah dan DPR RI telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2025 sebesar Rp89,41 juta, turun dari Rp93,41 juta tahun sebelumnya.

Baca Juga: Jokowi Angkat Bicara: Pemakzulan Gibran? Aspirasi Demokrasi, Tapi...

Dengan demikian, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan langsung oleh jamaah juga mengalami penurunan menjadi Rp55,43 juta, lebih rendah dari tahun 2024 sebesar Rp56,04 juta.

Namun, Presiden Prabowo tidak berhenti di situ.

Ia meminta agar Kementerian Agama dan Badan Urusan Haji terus mencari solusi konkret, seperti peningkatan efisiensi layanan transportasi dan akomodasi, agar ongkos haji bisa ditekan lebih jauh lagi.

Lebih lanjut, Presiden juga menyinggung pentingnya diplomasi strategis dengan pemerintah Arab Saudi, khususnya untuk mewujudkan proyek pembangunan "perkampungan Indonesia" di sekitar Masjidil Haram.

Baca Juga: LPSK Turun Tangan: Korban Dokter Kandungan di Garut Tak Dibiarkan Berjuang Sendiri

Menurutnya, proyek tersebut akan sangat membantu dari sisi efisiensi dan kenyamanan jamaah asal Indonesia.

Sementara itu, sebagai perbandingan, Malaysia melalui lembaga Tabung Haji (TH) mengalokasikan sekitar RM261 juta (Rp949,8 miliar) sebagai subsidi haji untuk jamaah dari berbagai kelas ekonomi.

Melalui skema ini, jamaah dari kelompok B40 hanya membayar RM15.000 (sekitar Rp54,5 juta), sedangkan kelompok M40 membayar RM23.500 (Rp85,3 juta), dan kelompok T20 membayar penuh RM33.300 (Rp121,1 juta).

Baca Juga: Mengapa Investasi di Startup Bisa Jadi Jackpot atau Jebakan Finansial?

Dengan jumlah kuota haji Indonesia mencapai 221.000 orang pada 2025, penurunan ongkos haji menjadi sangat penting agar semua lapisan masyarakat dapat mengakses ibadah ini secara lebih adil dan terjangkau.

Upaya Presiden Prabowo ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah serius ingin menghadirkan pelayanan terbaik dalam ibadah haji, bukan hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan dan kenyamanan jamaah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.