Mengapa Investasi di Startup Bisa Jadi Jackpot atau Jebakan Finansial?

Akurat Banten - Investasi di startup kerap dianggap sebagai langkah finansial berisiko tinggi namun berpotensi menghasilkan keuntungan luar biasa.
Beberapa investor sukses mendulang miliaran rupiah hanya dari satu startup yang berhasil meledak.
Namun, di balik kisah sukses itu, banyak pula cerita kegagalan yang membuat investor merugi besar.
Lantas, mengapa investasi di startup bisa menjadi jackpot atau justru jebakan finansial?
Salah satu daya tarik utama investasi di startup adalah potensi keuntungan eksponensial.
Baca Juga: Janji Emas Prabowo untuk Jamaah Haji: Pelayanan Terbaik hingga Usia Senja
Jika startup yang Anda danai berkembang pesat atau diakuisisi oleh perusahaan besar, nilai investasi Anda bisa meningkat berkali-kali lipat.
Contohnya, banyak investor awal di perusahaan teknologi raksasa seperti Tokopedia atau Gojek memperoleh keuntungan luar biasa setelah perusahaan-perusahaan tersebut berkembang pesat dan melakukan IPO atau merger.
Namun, di sisi lain, sekitar 90% startup gagal dalam lima tahun pertama.
Faktor kegagalan bisa bermacam-macam, mulai dari manajemen yang kurang kompeten, produk yang tidak sesuai pasar, hingga kekurangan dana lanjutan.
Baca Juga: Investasi Emas vs Saham: Mana yang Paling Menguntungkan di Tengah Gejolak Ekonomi?
Jika startup yang Anda danai gagal, maka kemungkinan besar Anda akan kehilangan seluruh modal yang ditanamkan.
Berbeda dengan saham perusahaan publik yang bisa dijual kapan saja di pasar saham, saham startup umumnya tidak likuid.
Artinya, Anda tidak bisa serta-merta menjual saham tersebut jika ingin mencairkan uang.
Anda harus menunggu exit strategy seperti IPO atau akuisisi, yang belum tentu terjadi dalam waktu dekat atau bahkan tidak pernah terjadi.
Startup tahap awal sering kali tidak memiliki laporan keuangan yang solid atau sistem pelaporan yang transparan.
Baca Juga: Apa Itu Vape Etomidate? Buat Jonathan Frizzy Ditangkap hingga Disamakan dengan Narkoba
Hal ini menyulitkan investor untuk menilai kinerja bisnis secara objektif.
Tanpa informasi yang cukup, risiko salah mengambil keputusan investasi pun meningkat.
Investasi di startup bisa menjadi peluang emas jika dilakukan dengan riset mendalam, pemahaman risiko, dan diversifikasi portofolio.
Namun, tanpa persiapan dan strategi yang matang, investasi ini bisa menjadi jebakan finansial yang merugikan.
Oleh karena itu, penting bagi calon investor untuk tidak terbawa euforia dan selalu melakukan due diligence sebelum menanamkan dana.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 4Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 5Gibran Disebut Berpotensi Diganti, 10 Nama Ini Muncul dalam Prediksi Pengamat, Ada Puan dan AHY!
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 8Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!




