Gaji Bukan Jaminan, KPK Sentil Pejabat Nakal: Jangan Bangga Pakai Uang Haram!

AKURAT BANTEN - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, kembali mengingatkan bahwa akar dari praktik korupsi di Indonesia bukan semata-mata karena sistem atau gaji yang rendah, tapi lebih kepada moral dan integritas pribadi.
Ia menegaskan, sebesar apa pun gaji pejabat, jika hati dan pikirannya masih dikuasai kerakusan, maka korupsi tetap akan terjadi.
Baca Juga: Janjikan Biaya Haji Murah, Presiden Prabowo Uangkap akan Berjuang Lewat Diplomasi RI-Saudi
"Gaji besar atau kecil tidak menjadi jaminan. Kalau hati dan pikiran tetap rakus, korupsi akan tetap terjadi," tegas Johanis dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 5 Mei 2025.
Menurutnya, persoalan korupsi sudah menjadi penyakit lama di negeri ini. Bahkan, sejak era Presiden Soekarno, praktik korupsi sudah menjadi perhatian serius. Kala itu, pada tahun 1957, negara pernah dinyatakan dalam kondisi darurat karena meluasnya korupsi di lingkungan pemerintah maupun swasta.
Baca Juga: Geng Remaja Hendak Tawuran di Tangsel, Polisi Temukan Bom Molotov di Tas Sekolah
Johanis juga menyoroti bahwa uang yang dikorupsi bukan sekadar angka, melainkan hasil kerja keras masyarakat lewat pajak. Karena itu, korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.
"Saya berpesan, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ingatlah, uang yang didapatkan dari korupsi adalah uang haram. Jangan sekali-kali membanggakan uang itu kepada keluarga," katanya dengan tegas.
Baca Juga: Yayasan MBN Dipanggil Kepolisian, Jelaskan Alasan Klaim Perbedaan Harga dengan Mitra MBG Kalibata
Ia mengajak semua elemen pemerintahan, baik pusat maupun daerah, untuk tidak tergoda menggunakan jabatannya demi keuntungan pribadi. Menurutnya, membangun Indonesia bebas korupsi sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan—cukup dengan menjauhi penyalahgunaan wewenang dan menjaga hati tetap bersih.
"Bicara korupsi itu sederhana: jangan manfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi, jaga integritas, dan moralitas. Peran pemda dan DPRD yang jujur sangat penting dalam mendorong pemerintahan yang bersih," pungkas Johanis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








