Satu Keluarga Lumpuh di Lebak Dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo

AKURAT BANTEN - Setelah dilakukan penanganan di RSUD dr. Adjidarmo, Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, akhirnya merujuk sekeluarga pasien menderita penyakit kelumpuhan ke RS Cipto Mangunkusumo.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Curugpanjang, Yadi kepada Akurat Banten.
Yadi berharap, bantuan pemerintah kepada warganya yang menderita kelumpuhan sekeluarga tersebut tak setengah hati. Menurutnya, kalau upaya itu dilakukan sudah maksimal tetapi tidak belum ada hasil itu soal lain.
"Iya, ini persoalan serius dan saya minta pemerintah tidak setengah hati membantu. Intervensi pemerintah soal kemiskinan dan kesehatan harus maksimal. Soal ini serius, ini harus berkelanjutan dan tuntas," katanya, Senin (15/1/2024).
Persoalan lain selain kesehatan dan kemiskinan yang di derita mereka sekeluarga, akses jalan ke kampung itu mengalami kesulitan akibat terdampak pergerakan tanah yang terjadi beberapa waktu laluu.
"Kenapa saya bilang intervensi pemerintah itu perlu, karena kalau oleh kami (pemerintah desa) itu tidak mungkin mencukupi dan maksimal," ucapnya.
Sebelumnya, dua orang anggota keluarga yang mengalami kelumpuhan di Lebak, Banten, menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSUD dr. Adjidarmo. Keluarga lainnya yang mengalami penyakit serupa menunggu menyusul.
Keduanya, yaitu Maman Abdurahman dan Sumantri akan menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif. Mereka menderita penyakit kelumpuhan paling akhir dibanding anggota keluarga lainnya.
Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrim, BPBD Banten Minta Masyarakat Tetap Waspada
"Baru dua orang. Pertimbangannya, mereka baru mengidap gejala kelumpuhan ini, dengan harapan bisa sembuh dan memotivasi anggota keluarganya yang lain agar mau menjalani pengobatan," kata Plt Dinkes Lebak, Budhi Mulyanto.
Pasien kata Budhi, akan menjalani pemeriksaan dan perawatan, seperti fisioterapi. Perawatan dilakukan bertahap dengan rawat jalan. Sekarang ini sedang menjalani rangkaian pemeriksaan untuk menetapkan diagnosis aktual dan rencana rehabilitasi medik.
"Pasien rawat jalan dan direncanakan pemeriksaan lanjutan hari Senin," ujarnya.
Budhi mengatakan perawatan pasien ini gratis. Pasien juga difasilitasi oleh puskesmas atau desa saat jadwal kontrol. Di rumah, pasien juga akan dipantau oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas.
"Para pasien penderita kelumpuhan ini memiliki jaminan kesehatan, seperti JKN atau BPJS, jadi dijamin," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth







