Banten

Satu Keluarga Lumpuh di Lebak Jalani Perawatan di RSUD Adjidarmo, Maman dan Sumantri Pertama Diperiksa

Ratu Tiarasari | 15 Januari 2024, 16:43 WIB
Satu Keluarga Lumpuh di Lebak Jalani Perawatan di RSUD Adjidarmo, Maman dan Sumantri Pertama Diperiksa

AKURAT BANTEN - Dua orang anggota keluarga yang mengalami kelumpuhan di Lebak, Banten, menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSUD dr. Adjidarmo.

Keluarga lainnya yang mengalami penyakit serupa menunggu menyusul. Keduanya, yaitu Maman Abdurahman dan Sumantri akan menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif.

Mereka menderita penyakit kelumpuhan paling akhir dibanding anggota keluarga lainnya.

Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrim, BPBD Banten Minta Masyarakat Tetap Waspada

"Baru dua orang. Pertimbangannya, mereka baru mengidap gejala kelumpuhan ini, dengan harapan bisa sembuh dan memotivasi anggota keluarganya yang lain agar mau menjalani pengobatan," kata Plt Dinkes Lebak, Budhi Mulyanto, Senin (15/1/2024). 

Pasien kata Budhi, akan menjalani pemeriksaan dan perawatan, seperti fisioterapi. Perawatan dilakukan bertahap dengan rawat jalan.

Sekarang ini sedang menjalani rangkaian pemeriksaan untuk menetapkan diagnosis aktual dan rencana rehabilitasi medik.

"Pasien rawat jalan dan direncanakan pemeriksaan lanjutan hari Senin," ujarnya. 

Budhi mengatakan, perawatan pasien ini gratis. Pasien juga difasilitasi oleh puskesmas atau desa saat jadwal kontrol. Di rumah, pasien juga akan dipantau oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Baca Juga: PT Timah dalam Pusaran Korupsi, Kerugian Negara Capai Triliunan

"Para pasien penderita kelumpuhan ini memiliki jaminan kesehatan, seperti JKN atau BPJS, jadi dijamin," ungkapnya.

Sebelumnya, satu keluarga di Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Lebak, Banten, mengalami kelumpuhan selama puluhan tahun.

Keluarga ini tinggal di gubuk reyot yang terbuat dari bilik dan kayu. Di sekeliling rumah dipasang bilah bambu yang digunakan anggota keluarga sebagai pegangan untuk jalan.

Keluarga itu berjumlah tujuh orang dan enam orang yang mengalami kelumpuhan di bagian kaki. Meski denan susah payah dan harus mengeluarkan seluruh tenaga yang dimiliki, beberapa anggota keluarga tersebut masih bisa berpindah tempat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.