Guru Besar UGM Buka Suara Soal Polemik Ijazah Jokowi, Singgung Langkah yang Bisa Dilakukan Mantan Presiden

AKURAT BANTEN – Polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan.
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Koentjoro, menyampaikan pandangannya mengenai langkah yang dinilai dapat membantu meredakan kontroversi tersebut.
Menurut Koentjoro, Jokowi memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai isu yang terus menjadi perbincangan.
Ia menilai komunikasi langsung dari pihak yang bersangkutan dapat mengurangi spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Baca Juga: Tim Roy Suryo Sebut UGM Belum Berwenang Nyatakan Ijazah Jokowi Asli, Alasannya Jadi Sorotan
Koentjoro berpandangan bahwa sebagai tokoh nasional sekaligus mantan kepala negara, Jokowi memiliki posisi strategis untuk menyampaikan klarifikasi apabila dianggap diperlukan.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung tanpa hanya mengandalkan berbagai opini yang beredar.
Ia juga menekankan pentingnya sikap terbuka dalam menghadapi persoalan yang telah menyita perhatian publik.
Menurutnya, transparansi akan membantu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Sudah Melihat Dokumen Asli Begini Penjelasannya
Pernyataan tersebut muncul di tengah berlanjutnya sejumlah proses hukum yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.
Beberapa pihak yang sebelumnya vokal dalam isu ini, termasuk Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, masih menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dokter Tifa diketahui telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai bagian dari upaya hukum yang ditempuh.
Sementara itu, Roy Suryo kembali mengajukan gugatan praperadilan yang berkaitan dengan kebijakan pencekalan terhadap dirinya.
Baca Juga: Mediasi Gugatan Legalisasi Ijazah Jokowi Buntu, Penggugat Klaim Siap Ajukan 26 Bukti di Persidangan
Perkembangan tersebut membuat isu ijazah Jokowi terus menjadi perhatian masyarakat.
Berbagai pihak pun menyampaikan pandangan masing-masing, baik dari kalangan akademisi, praktisi hukum, maupun pengamat politik.
Di sisi lain, UGM sebelumnya telah berulang kali menjelaskan bahwa Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan universitas tersebut.
Kampus juga menyatakan dokumen akademik yang dimiliki Jokowi diterbitkan sesuai prosedur administrasi yang berlaku.
Meski demikian, proses hukum yang sedang berjalan tetap menjadi jalur resmi untuk menyelesaikan berbagai keberatan maupun gugatan yang diajukan sejumlah pihak.
Hasil persidangan nantinya diharapkan memberikan kepastian hukum sehingga polemik yang telah berlangsung cukup lama dapat memperoleh titik terang.
Koentjoro pun berharap penyelesaian persoalan dilakukan melalui mekanisme yang sesuai aturan.
Selain menghormati proses hukum, ia juga mengajak semua pihak mengedepankan sikap bijaksana agar perdebatan tidak semakin memicu polarisasi di tengah masyarakat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







