Prabowo Kalah Dan Bokek Pilpres 2019, Minta Maaf Tak Berkunjung ke-Aceh

AKURAT BANTEN - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri acara silaturahmi ulama dan tokoh masyarakat Aceh sekaligus memperingati 19 tahun Tsunami Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (26/12/2023)
Aceh merupakan lumbung suara bagi Prabowo, baik pada Pilpres 2014 maupun 2019 lalu. Di Pilpres 2014, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Radjasa mendapatkan 1,089 juta suara dan Jokowi-Jusuf Kalla 913 ribu; sedangkan di Pilpres 2019, Prabowo-Sandiaga Uno mengantongi suara 2,4 juta di Aceh, sedangkan Jokowi-Ma'ruf Amin 404 ribu.
Prabowo menjelaskan, menjadi pimpinan parpol dan kandidat yang kalah dalam Pilpres 2019, sangat berat. Sebab biaya politik yang dikeluarkan sangat besar, apalagi jika kalah.
"Menjadi pimpinan partai politik di Indonesia sangat berat, apalagi kalau tidak dalam posisi berkuasa, biayanya luar biasa, apalagi kalau kalah. Kalau sudah kalah, ya kalah sekalah-kalahnya, alias kalau bahasa orang Jakarta, bokek. Siapa yang mau dukung pihak yang kalah?" tutur Prabowo.
- Baca Juga: Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Meninggal Dunia, Jenazah akan Dibawa ke Jayapura
- Baca Juga: Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Amalan Akhir Tahun 2023
- Baca Juga: Kisah 4 Santri Selamat Dari Kobaran Api Saat Terjadi Kebakaran Ponpes Nurul Huda di Baros
Karena itulah, Prabowo masih belum sempat berkunjung ke Aceh untuk bertemu para pendukungnya. Sebab ia bertekad untuk datang setelah mampu memberikan balas budi kepada para pendukungnya di Pilpres 2019 lalu.
"Tapi selalu dalam hati saya, saya selalu berpikir bagaimana saya bisa balas budi pada rakyat Aceh. Itu pemikiran saya," tegas Prabowo.
Setelah menjadi Menteri Pertahanan, Prabowo mengaku ia sudah merencanakan sejumlah program di Aceh. Ia juga mendorong para kadernya di DPR untuk bisa membantu masyarakat Aceh, misalnya dalam masalah pertanahan.
"Dan sebetulnya saya sudah menyiapkan anggaran, saya sudah merencanakan membuat politeknik unggulan di Aceh. Tadinya saya ingin groundbreaking-nya sekarang-sekarang ini tapi masih butuh proses. Tapi itulah sebagai seorang pimpinan, kita merasa kalau datang tanpa membawa suatu ucapan nyata sebagai balas budi, rasanya malu. Jadi saya minta maaf," ungkap Prabowo.
"Saya ingin datang dengan memberi sesuatu sebagai ungkapan balas budi saya pada rakyat Aceh, itu yang saya ingin lakukan," pungkasnya.
Namun secara nasional, baik di Pilpres 2014 maupun Pilpres 2019, Prabowo masih kalah dari Jokowi. Setelah kalah di Pilpres 2019, Prabowo memutuskan untuk merapat ke pemerintah dan menjadi Menteri Pertahanan, sebelum menjajal lagi peruntungan di Pilpres 2024 bersama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!








