Kabar Vatikan! Paus Fransiskus: Para Imam Katolik Roma Dapat Memberkati Pasangan Sesama Jenis Kelamin

AKURAT BANTEN - Praktik pemberkatan pasangan sesama jenis sudah dilakukan di beberapa negara seperti Belgia dan Jerman, meski hingga saat ini belum mendapat persetujuan dari Takhta Suci.
Imam Katolik Roma bisa berkati pasangan sesama jenis kelamin
Paus Fransiskus menyetujui bahwa para imam Katolik Roma dapat memberkati pasangan sesama jenis kelamin, selama mereka tidak menjadi bagian dari ritual atau liturgi reguler Gereja.
Dokumen dari kantor doktrin Vatikan, yang secara efektif membatalkan deklarasi tahun 2021, mengatakan keputusan ini tidak akan melegitimasi situasi yang tidak biasa, tapi menjadi tanda jika Tuhan menyambut baik semua orang.
Ia menambahkan pemberkatan pernikahan sesama jenis ini tidak boleh disamakan dengan sakramen pernikahan heteroseksual.
Para imam diminta untuk mengambil keputusan kasus per kasus dan "tidak boleh mencegah atau melarang kedekatan Gereja dengan umat saat mereka sedang mencari pertolongan Tuhan melalui berkat sederhana".
- Baca Juga: Pengembangan Wisata Labuan Bajo NTT Untungkan Investor Besar
- Baca Juga: Waduh,Ada apa Dengan 107 Kepala Desa di Pandeglang Dijabat Oleh PJS? Ini Penjelasannya!
- Baca Juga: Menanti Janji Jokowi Empat Tahun Hingga Air Mata Kering Untuk Warga Berdampak Bencana Lebak
Komisioner Jerman untuk hak-hak LGBTQ+ menyambut baik langkah tersebut dan menyebut keputusan itu sebagai "sebuah sinyal yang sudah lama ditunggu-tunggu.”
"Ini berarti bahwa semua orang di Jerman yang ingin memberkati pasangan sesama jenis juga akan mendapat dukungan,” kata Sven Lehmann kepada kantor berita Jerman DPA pada Senin (18/12), seraya menekankan bahwa "tidak ada cinta kelas satu atau dua. Yang ada hanya cinta.”
Meski demikian, Lehmann juga menekankan bahwa praktik Vatikan yang terus membedakan antara pasangan yang sah dan tidak sah merupakan tindakan yang "diskriminatif".
Sejak menjabat pada 2013, Paus Fransiskus telah berupaya mereformasi tata kelola Gereja, menjadikannya tidak terlalu hierarkis dan lebih memperhatikan kebutuhan orang-orang yang secara tradisional dikucilkan. Namun, ia telah menghadapi perlawanan internal yang keras dalam perjalanannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 4Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 5Gibran Disebut Berpotensi Diganti, 10 Nama Ini Muncul dalam Prediksi Pengamat, Ada Puan dan AHY!
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 8Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






