Dibongkar Airlangga, jika Ide Kenaikan PPN 12 persen, Bukan gagasan Pemerintahan Prabowo

AKURAT BANTEN - Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengungkapkan jika kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen merupakan keinginan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, bukan gagasan pemerintahan Prabowo Subianto.
Airlangga mengaku, bahwa dalam keputusan tersebut, hampir semua fraksi setuju kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Jadi, yang menentukan bukan pemerintah, tetapi pemerintah kemarin sudah membuatkan paket insentif untuk memperbuat daya dorong daripada kelas menengah," tuturnya pada, Selasa (17/12/2024) dikutip Akurat Banten.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Tambah Alokasi Anggaran untuk Program MBG Menjadi Rp139 Miliar
Menurut mantan Ketua Umum Golkar ini, salah satu insentifnya, adalah pemberian insentif berupa biaya listrik dengan daya 2.200 volt ampere (VA) ke bawah.
Maka, menurut dia, pemberian insentif itu, dianalogikan ada 81,74 juta masyarakat pelanggan listrik yang terbantu. Kemudian bahan pokok penting tidak dikenai besaran pajak tersebut.
Ia memberi contoh bahan pokok, yakni tepung terigu, gula pasir, serta MinyakKita, tetap dikenai PPN 11 persen.
Baca Juga: Pj Bupati Apresiasi Dinas Pertanian, Sekaligus Resmikan Klinik Hewan Milik Pemkab Tangerang
"Itu kan sekarang sudah jalan dengan PPN 11 persen, nah dia tidak naik, satu persennya pemerintah," pungkasnya.
"Kemudian sektor transportasi, kesehatan, pendidikan kan tidak dikenakan PPN," kata dia.
Namun terkait sekolah internasional dan perawatan di rumah sakit yang dibiayai mandiri akan dikenai PPN 12 persen.
Baca Juga: Serapan APBD Kota Tangsel Capai 82,4 Persen
Hal ini, dinilai biaya sekolah internasional dan rumah sakit telah dipatok dengan tarif tinggi.
"Sekolah internasional karena ternyata biayanya tinggi. Kemudian, juga untuk treatment di rumah sakit yang bayar sendiri dan relatif biayanya tinggi. Nah itu semua dikenakan," sebutnya.
Berikut ini, merupakan daftar barang dan jasa mewah yang dikenakan PPN 12 persen, seperti:
Baca Juga: Kabar Terkini, Satu Keluarga Tewas di Tangerang Selatan, Polisi Temukan Luka di Leher Ketiga Korban
- Jasa pendidikan premium.
- Jasa pelayanan kesehatan medis premium.
- Listrik pelanggan rumah tangga 3500-6600 VA
- Beras premium.
- Buah-buahan premium.
- Daging premium (wagyu, daging kobe).
- Ikan mahal (salmon premium, tuna premium).
- Udang dan crustacea premium (king crab).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










