Malu Punya Paman Presiden tapi Pemerintahannya Kontroversi? Keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI

AKURAT BANTEN – Keputusan mengejutkan datang dari dunia politik nasional.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo Subianto, resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Rahayu melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan berbentuk video, Rahayu tampak menundukkan kepala dan menyapa dengan salam lintas agama sebelum membacakan pernyataan pengunduran dirinya.
Baca Juga: Heboh! Usai Dipecat, Budi Arie Ketauan Unfollow Akun Instagram Prabowo, Kenapa?
Sikap ini sontak menyita perhatian publik mengingat posisinya sebagai politisi muda sekaligus keluarga inti dari Presiden.
Dalam klarifikasinya, Rahayu mengakui mundurnya diawali polemik sebuah video lama yang kembali viral di media sosial.
Video itu merupakan potongan pernyataannya dalam sebuah podcast yang tayang Februari lalu.
Dalam cuplikan singkat tersebut, Rahayu menyebut agar anak muda tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah.
Baca Juga: Kontroversi Koboi di Kabinet Prabowo: Komentar Berani Menkeu Baru yang Guncang Publik
Potongan kalimat inilah yang kemudian menuai kritik tajam dari warganet. Banyak pihak menilai ucapannya tidak peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah berjuang keras mencari penghidupan.
Rahayu menegaskan bahwa pernyataannya telah diambil di luar konteks.
Menurutnya, pesan yang ia maksud sebenarnya adalah ajakan agar anak muda Indonesia lebih berdaya, kreatif, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Namun, ia menyadari bahwa publik telah menafsirkan ucapan itu berbeda dan menimbulkan ketersinggungan.
Melalui pernyataannya, Rahayu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Ia mengaku tak ada niat merendahkan perjuangan rakyat, apalagi menganggap pemerintah lepas tangan dalam membantu kaum muda.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda yang merasa tersinggung.
"Saya tidak pernah bermaksud untuk meremehkan perjuangan kalian," ujar Rahayu dalam video klarifikasinya.
Lebih lanjut, Rahayu mengaku keputusannya mundur adalah bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya menjaga marwah lembaga DPR RI dan Partai Gerindra.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Kementerian Haji, AMPHURI: Ini Jawaban atas Tantangan Masa Depan
Meski sudah menyatakan mundur, Rahayu berharap masih diberi kesempatan menyelesaikan satu tugas penting di Komisi VII DPR RI, yakni pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan.
Menurutnya, RUU tersebut sangat krusial untuk mendukung industri pariwisata nasional yang tengah berupaya bangkit pasca-pandemi dan gejolak ekonomi global.
"Saya ingin menuntaskan satu tanggung jawab terakhir, yaitu RUU Kepariwisataan. Setelah itu, saya dengan ikhlas akan melepas jabatan saya," ungkapnya.
Langkah Rahayu mundur dari DPR RI menimbulkan beragam reaksi.
Sebagian pihak menilai tindakannya sebagai bentuk kedewasaan politik dan tanggung jawab.
Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan apakah keputusan ini murni keinginan pribadi atau ada desakan politik di baliknya.
Partai Gerindra sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait siapa yang akan menggantikan posisi Rahayu di DPR.
Yang jelas, pengunduran diri keponakan Presiden ini menjadi sorotan besar karena terjadi di tengah dinamika politik pasca-reshuffle kabinet Prabowo.
Rahayu selama ini dikenal sebagai politisi muda yang aktif menyuarakan isu perempuan, anak, dan pemberdayaan generasi muda.
Mundurnya ia dari parlemen meninggalkan tanda tanya besar: apakah ini akhir dari karier politiknya, atau justru langkah awal menuju peran baru di ranah publik?
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








