Prabowo Bentuk Kementerian Haji, AMPHURI: Ini Jawaban atas Tantangan Masa Depan

Akurat Banten - Indonesia resmi mencatat sejarah baru dalam tata kelola ibadah haji dan umrah dengan berdirinya Kementerian Haji dan Umrah.
Langkah Presiden Prabowo Subianto ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).
Ketua Umum DPP AMPHURI, Firman M. Nur, menyebut kehadiran kementerian baru tersebut sebagai terobosan besar yang sudah lama dinantikan.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo yang telah membentuk Kementerian Haji dan Umrah. Indonesia menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki kementerian khusus di bidang ini,” ujar Firman.
Menurut Firman, ide pembentukan kementerian ini sudah lama digaungkan AMPHURI.
Selama bertahun-tahun, pihaknya menilai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah membutuhkan perhatian khusus yang lebih terfokus.
Baca Juga: Kasus Keracunan Massal Jadi Pelajaran, BPOM Tekankan 5 Kunci Keamanan Pangan
Dengan adanya lembaga setingkat kementerian, ia optimistis pelayanan terhadap jamaah akan meningkat dan industri penyelenggara perjalanan ibadah bisa berkembang lebih sehat.
“Ini bentuk nyata keberpihakan negara kepada jamaah serta pelaku usaha resmi di sektor haji dan umrah,” katanya.
Firman juga menyinggung aspek diplomasi.
Ia menilai hubungan Indonesia dengan Arab Saudi selama ini kerap timpang, karena di Riyadh sudah ada Menteri Haji dan Umrah, sementara Indonesia hanya menempatkan urusan haji setingkat direktorat.
“Dengan adanya kementerian ini, posisi kita akan lebih sejajar dalam berdialog maupun bernegosiasi dengan pemerintah Saudi,” ujarnya.
AMPHURI berharap kementerian baru ini mampu menghadirkan tata kelola yang profesional, modern, dan melindungi jamaah dari berbagai persoalan klasik, mulai dari kuota, pelayanan, hingga kenyamanan di Tanah Suci.
Selain itu, pihaknya ingin kementerian tersebut mampu memberdayakan industri haji dan umrah nasional agar mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi yang tengah dilakukan Arab Saudi, seperti sistem digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan jamaah.
Presiden Prabowo sendiri telah melantik Mochammad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah di Istana Negara, Jakarta.
Baca Juga: Nino Fernandez Hamili Steffi Zamora, Hamil Duluan Padahal Belum Nikah? Ini Faktanya
Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya peran Kementerian Agama dalam mengelola haji setelah lebih dari tujuh dekade.
Indonesia pun kini tercatat sebagai negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki kementerian khusus haji dan umrah, sebuah langkah yang dianggap Firman sebagai momentum penting.
“Kami percaya kementerian ini akan membawa tata kelola ibadah haji dan umrah kita ke level yang lebih berkeadaban, sekaligus memberi rasa aman dan nyaman bagi jamaah,” pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 3Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 4Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 5Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 6Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 7PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 8Ade Armando Sentil Sikap Prabowo soal Polemik Gibran, Benarkah Mas Wapres Tak Bisa Disalahkan?
- 9Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 10Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Artikel di Situs Resmi Sempat Picu Dugaan Kebocoran Hasil









