Banten

Wartawan Akurat Banten Ikuti Pelatihan CC Promedia Daring

Berlian Rahmah Dewanto | 16 Oktober 2023, 17:53 WIB
Wartawan Akurat Banten Ikuti Pelatihan CC Promedia Daring

AKURAT BANTEN - Promedia menggelar pelatihan jurnalistik untuk seluruh wartawan yang berada di bawah naungan grup Akurat Banten.

Kegiatan pelatihan tersebut, dilaksanakan melalui daring, dari mulai pukul 08.00-11.00 WIB.

"Kegiatan ini banyak membantu untuk menambah wawasan dan pengetahuan kami dalam melaksanakan tugas jurnalistik," ujar Ade Supardi, wartawan Akurat Banten, liputan di Rangkasbitung, Senin (16/10/2023).

Baca juga: Keracunan Nasi Goreng, 3 Siswa SDN 08 Kembangan Utara Masih Dirawat

Dengan diadakanya Pelatihan Content Creator Promedia Teknologi jurnalistik semacam ini, Ade termasuk para peserta lainnya bisa banyak belajar dalam menulis pemberitaan sesuai kaidah jurnalistik dan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Kami seneng dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, semoga dengan adanya pelatihan ini kwalitas para wartawan yang tergabung di Promedia semakin berkualitas," kata Ade.

Sementara itu, Ghassan Fikar selaku mentor memaparkan, dengan diadakannya pelatihan ini setidaknya akan menambah wawasan dan pengerahuan tentang ke jurnalistiknya terhadap para wartawan grup Promedia.

"Selain itu, untuk menghindari konflain atau somasi dari narasumber itu sendiri, itulah pentingnya pelatihan ini," jelasnya.

Untuk diketahui, pelatihan content creator atau CC ini merupakan Batch #58. Ini merupakan sesi pertama pelatihan Promedia.

Mubin, wartawan Pandeglang Akurat Banten menambahkan, ada beberapa kendala yang dirasakan sejumlah peserta. Salah satunya, lemahnya jaringan internet dan kurang supportnya gawai yang dimiliki peserta. Sehingga memiliki pengaruh dalam penyerapan materi. 

Baca juga: Tabrakan Maut di Depan SPBU Kebaharan, Sudirman Tewas Mengenaskan

"Materi yang disampaikan narasumber atau mentor, Ghassan Fikar, seperti tata bahasa (gramatika) ini sebetulnya sangat bagus untuk diterapkan diberbagai karya tulisan jurnalistik," katanya. 

Dia mengaku, bahwa keterbatasan gawai dan jaringan internet salah satu masalah saat mengikuti pelatihan yang bernilai ini.

"Sedikit mengulas materi soal kalimat, seperti salat. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan secara formalnya, yakni salat. Sedangkan, penulisan yang sering digunakan penulis, hampir rata-rata semuanya menggunakan kata sholat. Disinilah, terkadang kita tidak bisa menjelaskan saat di kritik oleh pengamat tulisan, karena tidak memiliki alasan yang tepat," ujarnya.

Dengan diberikannya pemahaman dan penjelasan oleh narasumber kata dia, sehingga disaat terdapat kritikan dalam sebuah tulisan, tentu akan sangat mudah menjawab masukan dari seseorang yang mengkritisi tulisan jurnalistiknya.

"Sebagai seniman penulis, tentu harus benar-benar menguasai setiap kalimat atau kesalahan yang sudah di unggah di media. Intinya, pelatihan ini sangat bermanfaat. Meskipun, saya baru menyerap materi tersebut hanya sedikit," ungkapnya.

Ia berharap, semoga pelatihan kedepannya. Dapat dilakukan non daring atau secara face to face (tatap muka).

"Tujuannya, agar penyerapan materi ini dapat diserap secara klimaks tanpa hambatan," harapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.