Keracunan Nasi Goreng, 3 Siswa SDN 08 Kembangan Utara Masih Dirawat

AKURAT BANTEN - Tiga siswa SDN 08 Kembangan Utara, Jakarta Barat yang mengalami keracunan nasi goreng masih dalam perawatan medis.
Kepala Puskesmas Kembangan dr. Rosvita menyebutkan, pihaknya menangani 15 pasien, murid SDN 08 Kembangan Utara yang keracunan makanan.
"Kedatangan pasien yang beralamat sekitar Kembangan bertahap, mulai dari pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, dengan keluhan mual dan muntah-muntah," ujar Rosvita, kepada Akurat Banten, Jumat (13/10/2023).
Baca juga: Makan Nasi Goreng, Siswa SDN 08 Kembangan Utara Keracunan Massal
Para murid dari SDN 08 Kembangan Utara yang keracunan nasi goreng itu, kata dr. Rosvita, kebanyakan berusia dibawah 12 tahun yang dilakukan observasi pihaknya.
"Ada yang dikasih obat dan dipasang infus. Alhamdulillah orang tua cukup kooperatif, dan pada pukul 01.00 WIB sudah bisa dipulangkan, dengan catatan, jika kambuh lagi agar cepat datang kembali. Kita lakukan rawat jalan dibekali obat-obatan ke orang tuanya," jelasnya.
Selain itu, lanjut Rosvita, Puskesmas Kembangan yang sempat penuh, sebagian ada yang dibawa ke fasilitas kesehatan lainnya dengan berkoordinasi ke RSUD Kembangan.
"Untuk kasus ini, kita bersama Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi karena kasus yang banyak dalam satu lokasi. Untuk saat ini, sample masih sedang diperiksa," ungkapnya.
Baca juga: Kronologi Pemerkosaan Anak Digilir 4 Pria di Bayah, Dicekoki Miras Campur Komik Satu Boks
Terpisah, Direktur Utama RSUD Kembangan, dr. Ratnasari mengaku bahwa pasien keracunan siswa SDN 08 Kembangan Utara mulai masuk pukul 21.30 WIB.
"Untuk di RSUD mulai 21.30 WIB kiriman dari Puskesmas Kembangan yang sedang observasi ada tujuh pasien. Tapi ada lima yang datang ke kami," kata Ratnasari.
Dari lima pasien yang ditangani RSUD Kembangan yang memiliki keluhan pusing, diare dan muntah-muntah, kata Ratnasari, ada tiga pasien yang hingga kini masih dalam perawatan.
"Dari lima yang kita tangani, ada tiga yang masih dirawat. Ketiga siswa laki-laki itu berusia sembilan tahun. Sekitar kelas III atau IV, Kita masih Observasi. Hari ini atau besok bisa pulang. Tergantung dari dokter yang menanganinya," sambungnya.
Dirinya pun pun mengimbau kepada instansi terkait agar lebih memperhatikan makanan yang akan diberikan atau disajikan.
"Kalau ada kegiatan, instansi harus lebih memperhatikan makanannya. Mulai dari pembuatannya, kemasannya hingga kandungannya gizinya. Karena anak-anak itu beda dengan orang dewasa. Mereka lebih rentan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan murid SDN 08 Kembangan Utara, Jakarta Barat mengalami keracunan massal setelah memakan nasi goreng yang diberikan pihak sekolah.
Kejadian yang terjadi pada Kamis (12/10) petang itu, terjadi usai diadakannya program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT AS).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 7Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 8Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 9Kontroversi Kylian Mbappe di China Belum Mereda, Permintaan Maaf Real Madrid Belum Cukup
- 10Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya




