Makan Nasi Goreng, Siswa SDN 08 Kembangan Utara Keracunan Massal

AKURAT BANTEN - Puluhan murid SDN 08 Kembangan Utara, Jakarta Barat, mengalami keracunan massal setelah memakan nasi goreng yang diberikan pihak komite sekolah.
Kejadian yang terjadi, pada Kamis (12/10) petang itu, usai diadakannya program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT AS).
Salah satu orang siswi SDN 08 Kembangan Utara, Sugiati (30) menyebutkan, bahwa putranya yang bernama Al Isbat kelas 1B itu merasakan sakit yang tidak karuan setelah mengkonsumsi nasi goreng dari sekolahnya.
Baca juga: 6 Wisatawan asal Depok Terseret Ombak Pantai Ciantir Sawarna, 2 Ditemukan Tewas
"Jadi kelas 1B ini kan masuk siang, dan pulang sore setelah program PMT AS di sekolah diberikan nasi goreng. Sampai di rumah di makan baru tiga suap sudah mual, dan muntah-muntah," ujar Sugiati, kepada Akurat Banten, ditemui di SDN 08 Kembangan Utara, Jumat (13/10/2023).
Kejadian yang dirasakan anaknya itu, ungkap Suguati, bereaksi mulai dari kondisi lemas dan mau tiduran saja putranya itu.
"Ga ada panas dingin. Habis magrib muntah-muntah, nangis. Ga tega lihatnya. Saya berikan susu steril buang air besar terus menerus. Bapaknya juga belum pulang. Pas pulang diberikan kepala hijau," ungkapnya.
Dirinya ingin membawa anaknya ke dokter, namun kebetulan sedang tutup. Dan akhirnya sampai akhirnya pada pukul 23.00 WIB, putranya baru berangsur mendingan sakitnya.
"Suami saya sampai marah besar. Anak saya dibuat seperti ini. Sekarang anak saya trauma makan nasi. Jadi makan roti saja dari pagi," katanya.
Baca juga: Kronologi Pemerkosaan Anak Digilir 4 Pria di Bayah, Dicekoki Miras Campur Komik Satu Boks
Hal senada diungkapkan oleh salah seorang wali murid, Arma (42), yang cucunya bersekolah di SDN 08 Kembangan Utara. Ia mengaku bahwa nasi goreng yang berbentuk cetakan boneka berisi telur dan sayuran itu dibawa cucunya ke rumah, namun kakaknya yang makan.
"Cucu saya Salsabila Kelas 1B bawa nasi goreng itu, tapi abangnya yang makan. Jadi abangnya yang merasakan sakit muntah-muntah sampai tengah malam," ucap Arma.
Arma pun sangat menyesalkan dengan pihak SDN 08 Kembangan Utara yang dianggap lalai dalam memberikan konsumsi kepada para muridnya. Karena diketahui melalui Group WA, ada lebih 20 murid yang mengalami keracunan.
"Saya tidak tega melihat cucu saya. Sudah seperti ingin meregang nyawa. Puskesmas dan juga RSUD Kembangan pada penuh katanya. Jadi saya beliin susu steril berapa banyak. Harusnya pihak sekolah tanggung jawab. Apalagi kalau ada sampe korban jiwa. Amit-amit," tuturnya.
Sementara saat ingin dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN 08 Kembangan Utara sedang tidak ada di sekolah. Para guru juga enggan berkomentar terkait peristiwa tersebut.
"Kepala sekolah sedang tidak ada. Ga tau kemana. Kalau guru-guru ada juga yang menjenguk para murid yang masih dirawat," ujar salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik


