Banten

Kota Tangerang Catat IPG Tertinggi di Banten, Bukti Keseriusan Wujudkan Kesetaraan Gender

Andi Syafriadi | 11 September 2025, 19:03 WIB
Kota Tangerang Catat IPG Tertinggi di Banten, Bukti Keseriusan Wujudkan Kesetaraan Gender

AKURAT BANTEN – Kota Tangerang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mencatatkan angka Indeks Pembangunan Gender (IPG) tertinggi di Provinsi Banten.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam mengarusutamakan program pembangunan responsif gender di berbagai sektor.

Ketua Tim Kerja Pengarusutamaan Gender (PUG) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Novy Dwi, menyampaikan apresiasinya kepada Pemkot Tangerang.

Menurutnya, strategi pembangunan responsif gender yang diterapkan telah berjalan optimal dan memberikan dampak positif yang luas.

Baca Juga: Begal Bermodus Matel Beraksi di Tangerang, Polisi Bakal Selidiki dan Tindak Hukum

"Saya melihat strategi pembangunan responsif gender di Kota Tangerang telah berjalan luar biasa."

"Angka IPG Kota Tangerang bahkan menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah-daerah lain."

"Ini bisa dilihat dari indikator pendidikan, kesehatan, ekonomi, sampai partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan kebijakan," ujar Novy saat memberikan materi dalam kegiatan Penguatan Gender Champions di Puspem Kota Tangerang, Rabu (10/9/2025).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, IPG Kota Tangerang terus mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir.

Baca Juga: 58 Koperasi Desa Merah Putih di Tangerang Siap Beroperasi Oktober 2025, Gandeng Bulog dan Pertamina

Pada 2021, angka IPG berada di posisi 94,72, naik tipis menjadi 94,74 pada 2022.

Tren positif ini berlanjut pada 2023 dengan capaian 94,89, hingga akhirnya menyentuh 94,95 pada 2024.

Capaian ini tidak hanya menempatkan Kota Tangerang sebagai yang terbaik di Banten, tetapi juga melampaui rata-rata provinsi dan nasional.

Pada 2024, IPG Provinsi Banten hanya mencapai 92,48, sementara rata-rata nasional sebesar 91,85.

Pencapaian IPG Kota Tangerang tidak lepas dari berbagai kebijakan dan program yang berpihak pada kesetaraan gender.

Pemkot Tangerang dinilai berhasil mendorong akses perempuan pada layanan dasar, memperluas partisipasi dalam dunia kerja, serta meningkatkan peluang perempuan dalam ranah politik dan kepemimpinan.

Novy menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perencanaan pembangunan.

"Capaian Kota Tangerang membuktikan bahwa kebijakan responsif gender benar-benar direalisasikan dengan baik. Ini adalah prestasi yang patut diapresiasi," katanya.

Baca Juga: Kemendagri Minta Pemkab Tangerang Aktifkan Kembali Siskamling

Meski sudah mencatatkan prestasi gemilang, Novy berharap Pemkot Tangerang tidak berpuas diri.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat secara lebih luas, sehingga kebijakan responsif gender dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya berharap Pemkot Tangerang dapat terus meningkatkan target pembangunan responsif gender dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih inklusif. Dengan begitu, dampaknya bisa dirasakan lebih merata," ujarnya.

Capaian IPG ini diharapkan mampu menjadi pendorong bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif di Kota Tangerang, sekaligus menciptakan kesejahteraan masyarakat yang adil bagi laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Tangerang Punya 2 Rute Baru Angkot Gratis Si Benteng, Warga Pinang Bisa Senyum Lebar!

Dengan keberhasilan ini, Kota Tangerang membuktikan diri bukan hanya sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, tetapi juga sebagai daerah yang berkomitmen tinggi dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pembangunan inklusif di Banten.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.