Stok Darah Menipis, PMI Tangsel Ajak Masyarakat untuk Berpartisipasi Jadi Pendonor

AKURAT BANTEN - Ketersediaan stok darah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menipis. Palang Merah Indonesia (PMI) di daerah tersebut tengah mencari pendonor dalam jumlah banyak guna mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan.
Kepala Unit Donor Darah (UUD) PMI Tangsel Suhara Manullang menjelaskan, stok darah di PMI hingga saat ini berjumlah 442 kantong darah. Ia menyebut, stok itu hanya mampu mengakomodir permintaan masyarakat yang membutuhkan untuk beberapa pekan ke depan.
Baca Juga: Minimnya Pendonor di PMI, ASN Pandeglang Jadi Peserta Donor Darah Pada Momentum HUT Korpri ke-52
"Kalau sekarang kalau secara jumlah total ada 442 kantong dengan pembagian golongan darahnya memang A dan AB," ujar Suhara, Kamis (09/01/2025).
Menipisnya stok darah di PMI Tangsel, kata Suhara, disebabkan animo masyarakat untuk mendonor menurun pasca Tahun Baru 2025.
Baca Juga: 6 Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan, No 3 Turunkan Risiko Kanker
"Ada dua momen yang selalu menjadi penyebab menurunnya ketersediaan darah itu pada saat Nataru, kemudian Ramadan dan Idul Fitri," papar Suhara.
Idealnya, kata Suhara, stok darah per harinya berjumlah 100 kantong. Maka kebutuhan setiap pekannya sebanyak 700 kantong darah.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Gelar Pemeriksaan Gratis dan Donor Darah, Dalam Rangka Peringatan HKN
Menurutnya, rumus penghitungan jumlah stok darah di PMI itu mengikuti regulasi yang dirilis oleh World Health Organization (WHO).
"Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Tangerang Selatan dan PMI secara khususnya Itu dapat penugasan dari WHO yang mandatori untuk jaminan ketersediaan," jelas Suhara.
Baca Juga: Sambut Hari Juang TNI AD, Kodim 0601 Pandeglang Gelar Donor Darah
"Jadi dua persen dari jumlah penduduk, kalau Tangsel jumlah penduduk 1,5 juta maka, PMI Tangsel selama satu tahun ini harus menyediakan 30 ribu kantong," sambungnya.
Meski demikian, kata Suhara, PMI Kota Tangsel juga berkoordinasi dengan 120 rumah sakit yang ada di wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan darah pasien dengan keluarga yang bersangkutan. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya krisis akibat banyaknya permintaan, namun minim pendonor yang menyumbangkan darahnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Pastikan Belum Ada Virus HMPV DI Wilayahnya, Warga Dihimbau Tetap Jaga Kesehatan
Langkah lainnya, kata Suhara, PMI terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kestabilan stok darah di Kota Tangsel. Mulai dari menggandeng komunitas masyarakat hingga instansi TNI/Polri untuk melakukan kegiatan donor darah.
Baca Juga: Penting! Lakukan Kebiasaan Hidup Sehat Ini untuk Mencegah Kanker Menyerang Tubuh
"Jadi pada kesempatan ini, saya mengimbau agar masyarakat Kota Tangsel untuk mendonorkan darahnya ke PMI Tangsel," imbaunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan






