910 Warga Tangsel dengan HIV-AIDS Berhasil Tersupresi

AKURAT BANTEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan, sebanyak 910 warganya yang terpapar virus HIV/AIDS telah tersupresi. Bukan berarti sembuh, masih terpapar namun tidak berpotensi menularkan.
Kepala Dinkes Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengungkapkan, jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Tangsel berjumlah 1.917 orang. Jumlah itu merupakan hasil screening yang dilakukan sejak 2010 hingga Oktober 2024 ini.
Dari ribuan pengidap tersebut, Allin menyatakan, sebanyak 910 penderita HIV/AIDS di antaranya sudah tersupsesi.
Baca Juga: Ribuan Warga Tangsel Terpapar HIV/AIDS, Usia Produktif Paling Rentan
"Minum obat seumur hidup yang sudah tersupsesi, jumlahnya 910 orang," tutur Allin, Selasa (03/12/2024).
Allin memastikan, pasien HIV/AIDS yang sudah tersupsesi tersebut tidak mengalami putus pengobatan.
"Yang sudah mendapatkan pengobatan mereka virusnya harus tersupresi sehingga tidak bisa menularkan lagi kepasangannya," jelasnya.
Baca Juga: 107 Warga Kabupaten Serang Menderita HIV/AIDS, 4 Meninggal Dunia
Sebagai informasi, kasus HIV/AIDS di Tangsel didominasi menyerang kelompok usia produktif yakni 25 sampai 49 tahun. Dari 1.917 kasus, 33 kasus di antaranya didera oleh anak-anak.
Allin menjelaskan, rantai penularan HIV/AIDS ini diperantarai melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik.
Baca Juga: 8 Pegawai Dinkes Tangsel Terjaring Razia Satpol PP, Langgar Perda KTR
Sebagai bentuk pelayanan yang masif untuk menekan angka kasus HIV/AIDS, Dina menjelaskan, Pemerintah Kota Tangsel menyediakan sebanyak 25 puskesmas untuk melayani pengobatan bagi para penyintas.
"Dipastikan tidak putus obat," ujar Allin.
Selain itu, kata Allin, puluhan puskesmas tersebut juga dapat melayani screening HIV/AIDS sebagai bentuk pencegahan penyakit menular tersebut.
Baca Juga: Nilai Miliaran Aset Pemkot Tangsel Hilang, BPK Ungkap Mobil Mewah dan Aset Tetap Tak Teridentifikasi
Kata Allin, faktor utama penularan virus HIV/AIDS ini dapat menular melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik.
"Screening itu fungsinya selain untuk mendeteksi secara dini bagaimana juga pengobatan juga bisa dilakukan lebih cepat sehingga bisa mencegah kematian pada HIV/AIDS," kata Allin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!



