OPINI: Tebak-tebak buah Manggis, Penggerak Demo BEM, FPI, Anak Abah atau Kelompok Megawati?

AKURAT BANTEN - Tebak-tebak buah manggis, narasi yang sering membuat seseorang kecolongan dari informasi yang salah, sehingga sering orang menduga-duga terkait siapa tokoh utamanya.
Kita sangat mengenal sosok pemilik massa yang cukup besar di Indonesia, seperti:
1. Jumhur Hidayat dengan jaringan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
2. Habieb Rizieq yang beraliansi dengan Fron Pembela Islam (FPI)
3. Aliansi yang menginginkan perubahan (Anak Abah)
4. Grup Mega yang beraliansi dengan PDI Perjuangan.
Jumhur Hidayat (BEM)
Belakangan ini banyak kalangan menyebut sosok Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Apakah Jumhur Hidayat yang memiliki jaringan gerakan mahasiswa yang luas? mungkin juga salah. Coba kita kenali terlebih dahulu, siapa sebenarnya yang bergerak dalam aksi demo rusuh kemarin, dan siapa penggeraknya.
Faktanya, dia tidak bergerak dan BEM yang resmi dikenal disetiap aksinya tidak mudah tersulut emosional, murni menyuarakan nurani rakyat, bebas dari hasutan dan godaan uang.
Selama ini, mereka tampak lebih defensif, mungkin karena mereka sangat pandai membaca situasi politik saat ini, mereka hanya lakukan penjagaan di kampus masing-masing. Mereka tidak ikut mewakili organisasi Mahasiswa, dan BEM.
Habieb Rizieq (FPI)
Baca Juga: MUI Kabupaten Tangerang Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Seruan Aksi Anarkis
Ia dikenal memiliki massa yang sangat banyak dari kalangan pemuda muslim. Seandainya kelompok FPI ikut bergerak, tentu aksi demo akan terlihat dengan dominasi warna putih.
Anies Baswedan (Anak Abah)
Sosok akademis ini, dikenal sangat idealisme dan rata-rata mereka adalah orang terdidik, jumlahnya juga sangat besar. Jika ada komando, tentu mereka akan turun. Namun faktanya, anak abah tidak terlibat dalam aksi yang digerakkan secara terorganisir tersebut.
Group Megawati (PDIP)
Jika kelompok Mega turun, maka akan jelas terlihat warna merah mendominasi barisan aksi, faktanya juga tidak.
Baca Juga: Gaungan Aksi 1 September, Polresta Tangerang Siapkan Aksi Lebih Brutal Hindari Pendemo Ricuh
Seandainya kelompok-kelompok besar di atas ikut turun dalam aksi, maka Jakarta pasti lumpuh total. Dengan mudah, lebih dari 1 juta orang bisa dikumpulkan.
Kenyataannya, demo kemarin tidak sampai pada angka itu, bahkan jauh dari 1 juta manusia. Yang terlihat justru dominan adalah aksi-aksi vandalisme dan perusakan yang mewarnai gerakan.
Buruh pun, jika hendak melakukan demo, selalu ada pemberitahuan resmi kepada kepolisian.
Karena itu, bagi pengamat, jelas bahwa penggerak demo kemarin adalah orkestrasi kelompok yang mulai merasa terancam oleh kebijakan Prabowo. Mereka menargetkan kerusuhan, dan bukan mustahil skenario tersebut juga menyertakan adanya korban jiwa.
Ada dugaan kuat bahwa demo kemarin merupakan gerakan turunkan Prabowo, naikkan Fufufafa.
Baca Juga: Mahasiswa Ingatkan Publik Jaga Kondusivitas, Presiden Prabowo Janjikan Ruang Dialog dengan Rakyat
Tulisan diatas sebagian dikutip dari pendapat Syahganda Nainggolan, Alumni ITB, aktivis era Orde Baru, Doktor bidang Kesejahteraan Sosial UI. (*******)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







