Banten

Gaungan Aksi 1 September, Polresta Tangerang Siapkan Aksi Lebih Brutal Hindari Pendemo Ricuh

Andi Syafriadi | 1 September 2025, 14:19 WIB
Gaungan Aksi 1 September, Polresta Tangerang Siapkan Aksi Lebih Brutal Hindari Pendemo Ricuh

AKURAT BANTEN – Polresta Tangerang memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di tengah ramainya aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Serang, dan Tangerang pada Senin (1/9/2025).

Kabag Operasional Polresta Tangerang, Kompol Andri Andri Surya Kencana, menegaskan seluruh personel dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap tertib dan damai.

Baca Juga: Gagal Demo ke DPR, Aliansi Mahasiswa Tangerang Alihkan Titik Aksi ke DPRD Banten

“Kita maksimalkan seluruh personel yang ada di jajaran Polresta Tangerang,” ujar Andri, Senin (1/9/2025).

Andri menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penyekatan terhadap massa yang hendak berangkat menuju titik aksi, baik di Jakarta, Serang, maupun di wilayah Tangerang.

Ia menegaskan, kepolisian hanya fokus pada pengamanan dan memastikan tidak ada pelanggaran hukum selama aksi berlangsung.

“Yang jelas kita melakukan pengamanan di sini. Untuk penyekatan-penyekatan, kan itu mau penyampaian aspirasi. Selama tidak membawa hal-hal yang dilarang, enggak masalah,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen kepolisian dalam menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan undang-undang, selama dilakukan secara damai.

Aksi Digelar di Kabupaten Tangerang

Sebagai informasi, aksi 1 September ini diinisiasi oleh sejumlah aliansi dari berbagai elemen masyarakat.

Di Kabupaten Tangerang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berencana menggelar aksi di DPRD setempat.

Baca Juga: Imbas Kericuhan di Berbagai Daerah, Dindik Kabupaten Tangerang Berlakukan Pembelajaran Daring

Adapun poin tuntutan yang akan disuarakan, antara lain:

1. Menuntut klarifikasi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang atas pernyataan Wakil DPRD terkait isu kenaikan tunjangan.

2. Mendesak Bupati Tangerang mencabut dan membatalkan Peraturan Bupati No. 1 Tahun 2025.

3. Menuntut Bupati, DPRD, dan Kapolresta Tangerang menjamin tidak adanya tindakan represif terhadap massa aksi.

Baca Juga: Bupati Tangerang dan Forkopimda Gelar Deklarasi Damai Bersama Ojol

4. Mendesak transparansi terkait masalah tunjangan DPRD Kabupaten Tangerang.

5. Menuntut Ketua DPRD Kabupaten Tangerang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Selain HMI, aliansi mahasiswa dari berbagai organisasi juga menyatakan akan ikut serta dalam aksi.

Di antaranya Aliansi Mahasiswa Tangerang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang rencananya menggelar aksi di DPRD Provinsi Banten.

Dengan adanya pergerakan massa dari berbagai elemen ini, aparat kepolisian terus memantau situasi agar tetap terkendali.

Polresta Tangerang mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai.

Kompol Andri berharap agar penyampaian pendapat tidak disertai dengan tindakan anarkis yang bisa merugikan masyarakat luas.

“Kami ingin semua aksi berjalan damai, aspirasi tersampaikan, dan masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman. Itu yang utama,” ujarnya.

Baca Juga: Imbas Demo DPR Jakarta, Laga Persita Tangerang VS Semen Padang Ditunda

Aksi demonstrasi 1 September di berbagai daerah, termasuk Tangerang, menjadi perhatian publik karena membawa isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Dengan kesiapan penuh dari Polresta Tangerang, diharapkan jalannya aksi tetap kondusif sehingga pesan dan tuntutan mahasiswa dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan keamanan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.