Lamine Yamal Kecewa Gagal Raih Ballon d'Or 2026, tetapi Janji Akan Kembali

AKURAT BANTEN - Lamine Yamal sangat ingin memenangkan Ballon d'Or 2026.
Keseriusannya terlihat dari perjalanan ke London menggunakan jet pribadi bersama 16 anggota keluarganya.
Bintang muda kelahiran 2007 itu bahkan dikabarkan telah merencanakan pesta perayaan di London jika berhasil membawa pulang penghargaan tersebut.
Namun, dalam seremoni penghargaan pada pagi 27 Oktober, Yamal hanya menempati posisi ketiga dengan meraih Bola Perunggu.
Ketika Harry Kane diumumkan sebagai pemenang Bola Emas, kamera menangkap ekspresi kekecewaan pemain Barcelona tersebut.
Meski gagal meraih penghargaan tertinggi, kekalahan dari Kane tidak membuat Yamal kehilangan semangat.
Ia menyampaikan tekadnya melalui akun pribadinya dengan pernyataan yang menunjukkan kesabaran dan keyakinan terhadap masa depannya.
"Ballon d'Or akan datang pada akhirnya. Hal-hal baik membutuhkan waktu. Saya tidak terburu-buru. Dengan keinginan dan ketenangan, saya percaya bahwa momen baik itu akan datang."
Baca Juga: MBG 2.0 Bukan Sekadar Menambah Penerima, BGN Kini Fokus pada Hal yang Lebih Penting
Yamal juga memberikan ucapan selamat kepada pemenang dan menegaskan akan kembali berkonsentrasi pada pekerjaannya bersama Barcelona.
“Selamat kepada pemenangnya. Sekarang saya akan kembali fokus pada tugas penting untuk membantu FC Barcelona terus meraih kemenangan.”
Sementara Yamal memilih bersikap tenang, pamannya justru menyuarakan kekecewaan secara terbuka.
Abdul menilai penyelenggara menunjukkan keberpihakan kepada Harry Kane dan menganggap keponakannya lebih layak mendapatkan penghargaan tersebut.
“Saya sangat sedih dan merasa sangat buruk. Keponakan saya luar biasa. Dia pemain terbaik di dunia. Semua orang tahu itu. Jika Anda menyukai sepak bola, Anda akan pergi ke stadion untuk menonton Lamine Yamal bermain, bukan Harry Kane.”
Di sisi lain, Santi Nolla, pemimpin redaksi Mundo Deportivo asal Spanyol, menilai Yamal seharusnya mendapatkan Ballon d'Or setelah memenangkan Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Spanyol.
"Aneh bahwa penyelenggara memberikan penghargaan kepada pemain yang sebagian besar kariernya tanpa trofi dan bahkan belum pernah mencapai final Liga Champions atau Piala Dunia," tegas Santi Nolla.
Nolla bahkan mempertanyakan proses penentuan pemenang karena seremoni digelar di London dan penghargaan diberikan kepada pemain yang berasal dari kota tersebut.
Meski demikian, peluang Yamal untuk mencatatkan sejarah di Ballon d'Or masih terbuka.
Ia memiliki waktu dua tahun untuk memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang memenangkan penghargaan tersebut, yang dalam naskah ini disebut masih dipegang Ronaldo "si Gemuk" pada usia 21 tahun.
Artinya, kegagalan kali ini masih memberikan kesempatan bagi Yamal untuk mengejar prestasi yang lebih besar.
Bagi pemain muda yang dikenal penuh percaya diri dan memiliki bakat luar biasa itu, Ballon d'Or 2026 bisa menjadi awal dari perjalanan panjang menuju puncak sepak bola dunia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 1013 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan









