Banten

La Liga Laporkan Insiden Eduardo Camavinga Saat El Clasico, Penggemar Barcelona Jadi Sorotan

Viona Sebastian Nolani | 27 Oktober 2026, 12:43 WIB
La Liga Laporkan Insiden Eduardo Camavinga Saat El Clasico, Penggemar Barcelona Jadi Sorotan
Camavinga - instagram/@camavinga

AKURAT BANTEN - Panitia La Liga mengonfirmasi akan melaporkan insiden yang melibatkan gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, kepada Komite Disiplin RFEF.

Insiden itu terjadi saat Real Madrid mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 pada 25 Oktober dan videonya viral di media sosial.

Setelah Kylian Mbappe mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-87, para pemain Real Madrid mendekati tribun untuk merayakan keberhasilan mereka.

Namun, sejumlah penggemar Barcelona terlihat mengayunkan tiang bendera ke arah Camavinga.

Baca Juga: Dari Nol Jadi SNI: 34 UMKM Jatiwangi Siap Pasok 2,4 Juta Genteng untuk Program Perumahan Nasional

Foto-foto yang beredar setelah pertandingan memperlihatkan gelandang asal Prancis itu mengangkat tangan untuk melindungi dirinya dari tindakan penonton.

Rekan-rekan setimnya kemudian segera membantu dan menjauhkannya dari lokasi kejadian.

Camavinga sendiri berperan penting dalam terciptanya gol kemenangan Mbappe.

Pemain berusia 23 tahun itu masuk pada menit ke-80 untuk menggantikan Bernardo Silva ketika skor masih imbang 1-1.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Fasilitas Nuklir Terancam? Ini Langkah Kesiapsiagaan BRIN di Serpong

Tujuh menit kemudian, Camavinga melewati Pau Cubarsi sebelum memberikan umpan kepada Mbappe yang berhasil mencetak gol ke gawang kosong.

Gol tersebut memicu ketegangan di Stadion Camp Nou.

Dalam laporan pertandingan, wasit Juan Martinez Munuera menyebut sebotol air dan sekaleng Coca-Cola dilemparkan dari tribun ke lapangan saat para pemain Real Madrid merayakan gol.

Beruntung, kedua benda tersebut tidak mengenai pemain mana pun.

Wasit kemudian menjalankan prosedur penanganan insiden pelemparan benda dari tribun.

Pengumuman disampaikan melalui pengeras suara stadion, sementara pertandingan dihentikan selama satu menit 20 detik sebelum kembali dilanjutkan.

La Liga menyatakan telah mengetahui kejadian tersebut dan menegaskan komitmennya untuk memberantas kekerasan serta perilaku tidak sportif dalam sepak bola Spanyol.

Komite disiplin akan memeriksa rekaman dan bukti terkait untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada reaksi Kylian Mbappe ketika Harry Kane menerima penghargaan individu.

Seorang penggemar berkomentar, "Saya berharap Mbappe akan bangkit kembali seperti Dembele atau Rodri," merujuk pada sikap hormat yang ditunjukkan kedua mantan pemenang Ballon d'Or itu kepada Kane.

Penggemar lain menilai Mbappe terkadang terlalu kompetitif sehingga sulit menyembunyikan emosinya ketika mengalami kekalahan.

Meski banyak kritik bermunculan, sebagian penggemar justru membela penyerang asal Prancis tersebut.

Seorang penggemar mengatakan, "Harus diakui, Mbappe, dia menangani ini dengan sangat berani."

Sebagian pihak menilai sikap diam tidak selalu menunjukkan ketidakhormatan, terlebih Mbappe baru saja gagal meraih penghargaan individu yang telah lama diincarnya.

Faktanya, Mbappe tidak sepenuhnya mengabaikan kemenangan Kane karena ia tetap membalas sapaan pemain Inggris tersebut.

Kritik terhadap Mbappe terutama muncul setelah sejumlah foto memperlihatkan Kane membungkuk untuk berjabat tangan dengannya.

Dalam foto yang sama, pemain lain terlihat berdiri untuk berjabat tangan atau memeluk Kane sebagai ucapan selamat.

Namun, rekaman video dari sudut pandang yang lebih lengkap memberikan gambaran berbeda tentang kejadian tersebut.

Video itu memperlihatkan Mbappe duduk tidak jauh dari Kane dan menjadi pemain Prancis pertama yang diajak berbicara oleh sang penyerang Inggris.

Rekaman tersebut juga menunjukkan Mbappe tampak terkejut ketika Kane mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

Saat Mbappe mengangkat kepala, tangan Kane sudah berada di hadapannya sehingga momen itu terlihat canggung.

Situasi tersebut kemudian memicu kontroversi dan dianggap sebagian orang sebagai tindakan tidak sopan.

Padahal, penilaian publik di media sosial sering muncul sebelum seluruh informasi mengenai suatu kejadian diketahui.

Kali ini, Mbappe menjadi sasaran kritik meskipun situasinya tidak sepenuhnya tergambar dalam foto-foto yang beredar.

Bintang Prancis itu memang terlihat kecewa, bahkan terkejut, ketika nama Kane diumumkan sebagai pemenang.

Namun, kekecewaan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa Mbappe sengaja bersikap tidak sopan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.