Banten

BGN Siapkan Aplikasi Penilaian MBG, Kepala Sekolah Bisa Kasih Bintang dan Lapor Langsung

Viona Sebastian Nolani | 20 September 2026, 13:43 WIB
BGN Siapkan Aplikasi Penilaian MBG, Kepala Sekolah Bisa Kasih Bintang dan Lapor Langsung
Kepala BGN Sudaryono.

AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mempersiapkan aplikasi khusus yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian secara langsung terhadap layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas di sekolah masing-masing.

Aplikasi tersebut nantinya dapat digunakan sekolah untuk memberikan rating sekaligus menyampaikan catatan mengenai kualitas dan pelaksanaan layanan MBG.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar menyampaikan rencana tersebut dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah pada Selasa (15/9).

Ia mengatakan, aplikasi itu disiapkan untuk memudahkan BGN menerima masukan langsung dari sekolah mengenai pelaksanaan Program MBG di lapangan.

Baca Juga: Makanan MBG Tak Ada Label Waktu? Mas Dar Minta Sekolah Langsung Menolaknya

Umpan balik tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kualitas makanan yang diterima siswa hingga ketepatan waktu distribusi makanan ke sekolah.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,” ujar Mas Dar.

Melalui aplikasi ini, kepala sekolah nantinya dapat memberikan penilaian dalam bentuk bintang terhadap pelayanan yang diberikan oleh SPPG.

“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan,” katanya.

Baca Juga: Anggaran MBG 2026 Tembus Rp139,77 Triliun, Masih Ada Rp79 Triliun hingga Akhir Tahun

Menurut Mas Dar, mekanisme penilaian tersebut dibutuhkan karena sekolah menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan layanan MBG setiap hari.

Sementara itu, para siswa merupakan penerima manfaat sekaligus konsumen yang berhak memperoleh makanan dan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah maupun guru untuk terbuka dalam menyampaikan laporan jika menemukan adanya persoalan dalam pelaksanaan Program MBG.

“Kami ingin lebih banyak mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua. Dan saya minta dan saya mohon kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami,” tegasnya.

Mas Dar juga meminta sekolah tidak hanya menyampaikan teguran kepada SPPG ketika menemukan masalah yang tidak kunjung diselesaikan.

Apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan perbaikan, sekolah dipersilakan melaporkannya langsung kepada dirinya melalui alamat email yang telah disediakan.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” ujarnya.

BGN, lanjutnya, akan menerima dan menindaklanjuti laporan yang disampaikan sekolah, khususnya apabila laporan berkaitan dengan standar pelayanan maupun keamanan pangan.

“Dapur itu memang tidak takut sama Kepala Sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua Kepala Sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia berharap sistem konektivitas antara BGN dan sekolah dapat mempercepat penyampaian berbagai laporan mengenai masalah, komplain, maupun keluhan terkait layanan MBG.

Dengan adanya saluran tersebut, BGN diharapkan dapat lebih cepat mengetahui persoalan di lapangan dan mengambil langkah tindak lanjut sesuai laporan yang diterima.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.