Makanan MBG Tak Ada Label Waktu? Mas Dar Minta Sekolah Langsung Menolaknya

AKURAT BANTEN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menekankan bahwa keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia meminta kepala sekolah dan guru tidak ragu menghentikan pembagian makanan jika ditemukan ketidaksesuaian, terutama apabila setiap wadah makanan tidak memiliki label waktu yang jelas.
“Kalau makan itu diterima oleh sekolah tidak ada labelnya di setiap omprengnya, itu saya minta untuk tidak dibagikan, ditolak. Jadi minta untuk dapurnya memberikan label di setiap omprengnya,” tegas Mas Dar dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9).
Menurut Mas Dar, informasi pada label harus mencantumkan waktu secara jelas dan spesifik, bukan hanya menggunakan keterangan umum seperti makanan dikonsumsi satu atau dua jam setelah diterima.
Baca Juga: Anggaran MBG 2026 Tembus Rp139,77 Triliun, Masih Ada Rp79 Triliun hingga Akhir Tahun
“Bukan satu-dua jam setelah diterima. Karena satu-dua jam setelah diterima itu nggak jelas jamnya berapa. Jadi sebenarnya ini kayak semacam expiration date,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa guru tidak ditugaskan untuk mencicipi makanan guna mengetahui adanya potensi keracunan, tetapi ikut menyantap menu MBG bersama siswa sebagai bagian dari edukasi sekaligus pemeriksaan awal kondisi makanan.
“Sebenarnya bukan guru ikut mencicipi, tapi guru ikut makan MBGnya itu bersama dengan siswa-siswinya yang ada di kelas. Maka sebelum dimakan tentu saja dicek, apakah bau, apakah ada kemungkinan basi, apakah omprengnya ada labelnya, apakah waktunya sudah melewati batas-batas waktunya, dan lain sebagainya. Mana kalau dirasa tidak aman, maka guru kemudian kami minta untuk di-stop. Jadi enggak boleh dimakan,” katanya.
Mas Dar menegaskan bahwa BGN tidak akan memberikan kelonggaran kepada dapur MBG yang terbukti tidak menjalankan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
Baca Juga: DAMRI Antar Wisatawan Internasional ke Aisandami, Ada Pesona Cenderawasih hingga Tarian Adat Papua
“Manakala ada dapur milik siapa pun, saya nggak peduli. Manakala dia tidak sesuai dengan standar yang kita tetapkan, saya pastikan dapur itu ditutup. Jadi saya tidak main-main di urusan ini,” tegasnya.
Ia menyebut perbaikan pengelolaan dapur MBG terus dilakukan, mulai dari menutup dapur yang tidak memenuhi standar hingga memberhentikan tenaga yang tidak sesuai ketentuan.
Selain itu, BGN juga terus memperketat standar keamanan pangan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai ketentuan.
Karena itu, Mas Dar meminta kepala sekolah dan guru turut menyampaikan masukan jika menemukan persoalan dalam pelaksanaan MBG, termasuk mengenai label makanan maupun menu yang diberikan.
“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” kata Mas Dar.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal






